SATUMEDIA.ID – Ratusan warga Kabupaten Bandung mengikuti layanan Metode Operasi Wanita (MOW/tubektomi) dan Metode Operasi Pria (MOP/vasektomi) di RS Otista Soreang, Rabu (8/7/2026).
Program keluarga berencana tersebut ditinjau langsung oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna dan berpeluang mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
“Alhamdulillah, senang sekali melihat antusiasme yang begitu luar biasa dari warga saat pelaksanaan layanan MOW dan MOP di RSUD Otista,” kata Bupati Dadang Supriatna yang akrab dipanggil KDS.
Saat meninjau lokasi pelayanan, KDS berdialog dengan sejumlah peserta. Dari hasil perbincangan tersebut, ia mendapati sebagian besar peserta telah memiliki empat orang anak atau lebih sehingga memutuskan mengikuti program kontrasepsi mantap.
“Setelah saya berbincang dengan para pasien, baik ibu-ibu maupun bapak-bapak, rata-rata mereka sudah memiliki empat orang anak atau lebih. Tentu ini merupakan salah satu program yang sangat luar biasa,” ujar KDS.
Menurut KDS, tingginya animo masyarakat mengikuti layanan MOW dan MOP menunjukkan meningkatnya kesadaran warga dalam merencanakan keluarga yang sehat dan sejahtera.
Ia menegaskan, keberhasilan program ini tidak semata-mata diukur dari peluang mencatatkan rekor MURI, tetapi dari semakin banyaknya masyarakat yang memahami pentingnya perencanaan keluarga.
“Target pelayanan kita kali ini mencapai 420 peserta MOW dan 52 peserta MOP. Insya Allah capaian ini berhasil mencatatkan Rekor MURI. Namun, bagi saya, angka tersebut bukanlah yang utama. Yang paling membahagiakan adalah melihat kesadaran warga yang semakin tinggi dalam merencanakan masa depan keluarga yang lebih sehat dan sejahtera,” katanya.
Ia juga mengaku terkesan dengan keputusan para peserta yang sebagian besar telah memiliki empat hingga tujuh anak untuk mengikuti program tersebut. Menurutnya, langkah itu mencerminkan kepedulian terhadap kualitas hidup keluarga di masa depan.
Program MOW dan MOP merupakan hasil kolaborasi DP2KBP3A Kabupaten Bandung, Tim Penggerak PKK Kabupaten Bandung, Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, RS Otista Soreang, para Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), UPTD, serta kader PKK di seluruh Kabupaten Bandung.
KDS mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap kolaborasi antarlembaga terus diperkuat agar pelayanan kesehatan reproduksi dan program keluarga berencana semakin mudah diakses masyarakat.
“Kolaborasi seperti inilah yang ingin terus kita jaga, agar setiap langkah pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga Kabupaten Bandung,” ucapnya.*





