Piala Presiden 2026 Bawa Berkah, Puluhan UMKM di Stadion Si Jalak Harupat Kebanjiran Pembeli

Piala Presiden 2026 membawa dampak positif bagi 60 UMKM di Stadion Si Jalak Harupat. Ribuan suporter membuat omzet pedagang meningkat.(Tangkapan Layar Indosiar).**

SATUMEDIA.ID – Atmosfer Piala Presiden 2026 bukan hanya menghadirkan persaingan sengit di atas lapangan, tetapi juga membawa angin segar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Turnamen pramusim yang diikuti delapan tim dari dalam dan luar negeri itu menjadi momentum kebangkitan ekonomi masyarakat setelah stadion tersebut cukup lama tidak menjadi tuan rumah ajang sepak bola berskala besar. Sebanyak 60 UMKM dilibatkan untuk membuka lapak selama turnamen berlangsung, memberi peluang bagi para pedagang meraih omzet yang lebih besar.

Laga pembuka Grup A antara DPMM FC asal Brunei Darussalam menghadapi Tampines Rovers dari Singapura menjadi penanda dimulainya Piala Presiden 2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat itu berakhir imbang 2-2. Namun, bukan hanya aksi para pemain yang mencuri perhatian. Kehadiran ribuan penonton mulai menghidupkan kawasan stadion dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi para pedagang yang berjualan di area pertandingan.

Puncak antusiasme terlihat saat Persib Bandung menghadapi Arema FC. Lebih dari 23 ribu penonton memadati Stadion Si Jalak Harupat, dengan kehadiran Bobotoh yang mendominasi serta Aremania yang turut memberikan warna di tribun. Ramainya suporter menjadi berkah tersendiri bagi para pelaku UMKM. Terlebih, selama gelaran Piala Presiden 2026 mereka tidak dibebankan biaya sewa lapak, sehingga hasil penjualan bisa dinikmati secara maksimal untuk menambah pendapatan.

Bagi para pedagang, kehadiran kembali Piala Presiden di Si Jalak Harupat menjadi harapan baru bagi geliat ekonomi lokal. Terakhir kali stadion ini menjadi tuan rumah turnamen tersebut adalah pada edisi 2025, ketika Port FC dari Thailand keluar sebagai juara. Kini, mereka berharap atmosfer sepak bola terus kembali hadir di Kabupaten Bandung, karena setiap pertandingan bukan hanya menghibur pencinta sepak bola, tetapi juga menjadi penggerak roda perekonomian masyarakat kecil yang menggantungkan rezekinya dari ramainya penonton di sekitar stadion.*

Pos terkait