PSSI Jadikan IKN Pusat Pembinaan Talenta Sepak Bola, Investasi FIFA Capai 5,4 Juta Dollar AS

Ketua Umum PSSI Erick Thohir.(Dok.PSSI).**

SATUMEDIA.ID – PSSI terus membangun fondasi sepak bola nasional dengan menempatkan pengembangan talenta sebagai salah satu prioritas utama. Salah satu langkah terbesarnya adalah menghadirkan Pusat Pelatihan Nasional PSSI di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.

Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi pusat pembinaan sepak bola nasional sekaligus tempat pemusatan latihan tim nasional Indonesia. Pembangunannya merupakan bagian dari kolaborasi PSSI dengan FIFA melalui Program FIFA Forward.

Dukungan FIFA untuk proyek tersebut mencapai 5,4 juta dollar AS. Pendanaan itu dilengkapi investasi dari pemerintah Indonesia untuk membangun kompleks pelatihan yang dirancang sebagai pusat pengembangan sepak bola dalam jangka panjang.

Pusat Pelatihan Nasional PSSI berdiri di atas lahan seluas 34,52 hektar. Kompleks tersebut dilengkapi dan akan dikembangkan dengan berbagai fasilitas, antara lain stadion mini, kolam renang, serta delapan lapangan sepak bola.

Kehadiran fasilitas itu menjadi tonggak penting dalam sejarah sepak bola Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia memiliki pusat pelatihan nasional yang secara khusus dirancang sebagai pusat pembinaan sepak bola.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan dukungan FIFA melalui berbagai program telah membantu Indonesia memperkuat ekosistem sepak bola, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga pengembangan pemain usia dini.

“Melalui FIFA Forward, kami telah memperkuat kapasitas operasional dan tata kelola yang baik. Sementara Proyek Khusus FIFA Forward memberikan Indonesia sesuatu yang sebelumnya belum pernah kami miliki, yakni Pusat Pelatihan Nasional pertama,” kata Erick, dikutip dari laman PSSI, Sabtu (5/9/2026).

Menurut Erick, keberadaan pusat pelatihan di IKN tidak sekadar ditujukan untuk kebutuhan tim nasional. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi bagian dari sistem pembinaan talenta sepak bola Indonesia secara berkelanjutan.

Pembangunan pusat pembinaan di IKN juga melengkapi berbagai program pengembangan sepak bola yang selama ini dijalankan PSSI bersama FIFA.

Salah satunya melalui FIFA Football for Schools yang membawa sepak bola lebih dekat dengan anak-anak melalui lingkungan pendidikan. Program tersebut telah menjangkau anak-anak di 38 provinsi di Indonesia.

“FIFA Football for Schools telah membantu kami membawa sepak bola langsung kepada anak-anak dan masyarakat, termasuk di daerah terpencil,” ujar Erick.

Selain itu, PSSI juga menjalankan Skema Pengembangan Bakat FIFA yang telah mendukung jalur pengembangan teknis pemain Indonesia sejak 2022.

Dengan semakin luasnya akses sepak bola di sekolah dan hadirnya pusat pelatihan nasional, PSSI berupaya membangun jalur pembinaan yang lebih terintegrasi, mulai dari menemukan pemain berbakat hingga mengembangkan kemampuan mereka ke level elite.

Pengembangan sepak bola nasional tidak hanya menyasar pemain putra. PSSI juga memperkuat pembinaan sepak bola wanita melalui sejumlah program yang mendapat dukungan FIFA.

Pada 2024, PSSI meluncurkan Strategi Sepak Bola Wanita Indonesia melalui FIFA Women’s Football Development Programmes.

PSSI juga terpilih sebagai satu dari tiga asosiasi anggota FIFA yang mengikuti Program Pemberdayaan Wanita dalam Olahraga FIFA-GIZ.

“Beberapa kemajuan signifikan juga terlihat dalam sepak bola wanita. Melalui Program Pengembangan Sepak Bola Wanita FIFA, kami dapat meluncurkan Strategi Sepak Bola Wanita pada 2024,” kata Erick.

Dukungan lainnya diberikan melalui FIFA Coach Education Scholarship. Program tersebut membantu PSSI meningkatkan jumlah pelatih wanita berlisensi sekaligus memperkuat fondasi pembinaan sepak bola wanita di Indonesia.

FIFA Jadikan Jakarta Pusat Kawasan

Kemitraan Indonesia dengan FIFA kini memasuki tahap baru dengan kehadiran kantor FIFA di Jakarta.

Pada Juni 2026, FIFA dan PSSI menyepakati Perjanjian Negara Tuan Rumah yang menjadikan Jakarta sebagai pusat FIFA untuk kawasan yang mencakup 21 asosiasi anggota di Asia Tenggara dan Asia Timur.

Kehadiran FIFA di Indonesia dinilai dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, termasuk pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas, dan pengembangan program sepak bola bersama negara-negara di kawasan.

Bagi PSSI, pembangunan pusat pelatihan di IKN dan berbagai program bersama FIFA merupakan bagian dari strategi jangka panjang. Tujuannya bukan hanya meningkatkan prestasi tim nasional, tetapi membangun sistem pembinaan yang mampu menghasilkan talenta secara berkelanjutan.

“Bagi PSSI, kemitraan dengan FIFA lebih dari sekadar infrastruktur atau program individual. Ini tentang membangun fondasi yang kuat dan berkelanjutan untuk masa depan sepak bola Indonesia,” ujar Erick.

PSSI berharap kolaborasi tersebut terus berkembang sehingga pembangunan sepak bola Indonesia tidak berhenti pada pembangunan fasilitas, tetapi berlanjut pada lahirnya generasi pemain, pelatih, dan sumber daya manusia sepak bola yang semakin berkualitas.*

 

Pos terkait