Kyohei Yoshino Ungkap Tantangan Jadi Bek Sayap Persija di Era Shin Tae-yong

Kyohei Yoshino, pemain Persija Jakarta.(doc Ileague).**

SATUMEDIA.ID – Kyohei Yoshino menjadi salah satu pemain Persija Jakarta yang menunjukkan fleksibilitas tinggi pada awal BRI Super League 2026/27. Bukan dimainkan di posisi aslinya sebagai gelandang, pemain asal Jepang itu justru dipercaya mengisi sektor bek sayap dalam tiga pertandingan pertama Macan Kemayoran. Peran tersebut menjadi pengalaman baru bagi Yoshi sepanjang karier profesionalnya.

Adaptasi tersebut mulai dijalaninya ketika menghadapi Borneo FC pada pekan pertama. Yoshi masuk di babak kedua untuk menggantikan Rio Fahmi dan langsung bergeser ke sisi kiri pertahanan. Pada laga berikutnya kontra Persib, Shin Tae-yong kembali memberinya tugas berbeda dengan menempatkannya sebagai starter di bek sayap kanan. Peran serupa kemudian kembali dijalankan Yoshi ketika Persija menghadapi Java United FC, bahkan kali ini ia bermain sejak menit awal hingga laga usai.

Meski bukan posisi yang familiar, Yoshi mampu menunjukkan kemampuannya beradaptasi dengan kebutuhan tim. Pengalamannya bermain di kompetisi Jepang dan Korea Selatan menjadi modal untuk menghadapi perubahan peran tersebut. Selain disiplin dalam bertahan dan kuat dalam duel, Yoshi juga berusaha memberikan kontribusi saat Persija membangun serangan dari lini belakang. “Sejujurnya, ini adalah posisi yang belum pernah saya mainkan sepanjang karier. Sebenarnya, masih banyak tantangan yang saya hadapi dalam tiga pertandingan itu. Namun, saya dituntut untuk memberikan kemampuan terbaik saya pada posisi dan tugas yang diinstruksikan oleh Pelatih Shin Tae-yong. Saya memiliki tekad kuat untuk menjalankan peran saya di posisi mana pun demi membantu tim meraih kemenangan dan terus berkembang,” tutur Yoshi.

Tak ingin sekadar menjalankan instruksi bertahan, Yoshi juga mencoba menghadirkan variasi dalam permainan Persija. Salah satunya lewat kemampuan melepaskan umpan panjang untuk memecah tekanan lawan sekaligus memulai serangan dari area pertahanan. “Sembari menjaga ritme permainan, saya ingin memberikan variasi melalui operan jarak jauh yang dapat menjadi titik awal serangan sekaligus menciptakan alur permainan yang dinamis,” ucap pemain yang pernah memperkuat Cerezo Osaka, Yokohama, dan Tokyo Verdy tersebut.*

Pos terkait