Halsey: “Saya Tidak Suka Menjadi Setenar Itu”

Halsey ceritakan kisah pribadinya dan tidak suka menjadi setenar sekarang.(instagram @iamhalsey).**

SATUMEDIA.ID – Dalam wawancara bersama Zane Lowe dari Apple Music, Halsey membuka diri tentang perjalanan karier, ketenaran, serta kisah pribadinya menjelang tur internasional Back to Badlands yang sangat dinanti. Menandai 10 tahun sejak perilisan album debut Badlands, Halsey membagikan perasaan campur aduknya terhadap proyek yang membawa dirinya ke puncak popularitas sekaligus menghadirkan tantangan sebagai “bintang muda.”

Ia mengungkapkan bahwa selama bertahun-tahun sempat berusaha menjauh dari karya awalnya, karena dianggap sebagai cerminan dirinya yang masih polos dan belum matang. Namun kini, Halsey justru merangkul kembali album tersebut, menyebutnya sebagai karya yang “so beloved to me” dan lahir dari “unashamed” serta “naive courage” yang menurutnya tak mungkin bisa ia ulangi lagi sekarang.

Percakapan tersebut juga menyinggung tentang masa hiatus Halsey selama dua tahun dari dunia musik serta pengalaman hidup di bawah sorotan publik. Ia mengakui bahwa dirinya “tidak suka menjadi setenar itu,” dan ketenaran yang dulu sempat diidamkan justru berubah menjadi beban. Halsey menceritakan bagaimana pergulatan kesehatan mental serta berbagai tantangan pribadi tercermin dalam karya-karya awalnya. Masa rehat itu, yang dipengaruhi pilihan pribadi dan kondisi kesehatan, membuatnya kehilangan sebagian momentum sekaligus menghadapi generasi pendengar baru yang belum mengenal musiknya.

Meski sempat mengalami kemunduran, Halsey tetap merasa bangga dengan perjalanan artistiknya. Ia menyebut album If I Can’t Have Love, I Want Power sebagai “magnum opus”-nya, meskipun justru membuatnya dilepas dari label rekaman. Bagi Halsey, hal itu menjadi bukti bahwa industri lebih mengutamakan angka daripada nilai seni. Dengan terus terang, ia menambahkan bahwa meski album tersebut berhasil untuk ukuran seorang musisi eksperimental, karya itu masih dipandang sebagai “kegagalan” bila dibandingkan dengan kesuksesan pop mainstream yang pernah ia capai.

Pos terkait