SATUMEDIA.ID – Gunungan sampah di TPA Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami longsor pada Sabtu (8/3/2025). Beruntung longsorannya masih di areal TPA sehingga tak sampai menimbulkan kejadian tidak diinginkan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman menyebut longsor disebabkan adanya aktivitas pemadatan sampah. Sehingga ketika diguyur hujan setiap hari menyebabkan gunungan sampah itu longsor.
Pemadatan tumpukan sampah dilakukan untuk mengoptimalkan volume sampah yang di buang ke zona 3. Diketahui, saat ini yang dioperasikan untuk menampung sampah regional se-Bandung Raya hanya zona 3.
“Longsor sampah terjadi di Zona 3 TPA Sarimukti, dengan panjang sekitar 20 meter, lebar sekitar 20 meter dan ketinggian 10 meter,” kata Herman Suryatman saat meninjau lokasi longsor sampah di TPA Sarimukti, pada Minggu (9/3/2023).
Ia mengungkapkan, saat ini zona 1 sudah full 100 persen. Zona 2 sudah 90 persen, masih ada 10 persen, zona 3 ada 80 persen, masih ada 20 persen lagi.
“Salah satu langkah untuk mengoptimalkan zona itu adalah dilakukan pemadatan. Nah mungkin itu dampak dari pemadatan kemudian curah hujan tinggi akhirnya terjadi longsor,” kata Herman.
Belajar dari kejadian itu, Herman mengatakan, bahwa aktivitas pemadatan sampah di zona 3 akan dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa aspek, salah satunya curah hujan.
“Proses pemadatan harus memperhatikan kondisi cuaca. Hindari aktivitas ini ketika curah hujan tinggi,” ujarnya.
Mengantisipasi terulangnya kembali kejadian longsor, ia menegaskan akan membatasi aktivitas ratusan pemulung yang setiap harinya bekerja di gunung sampah tersebut.
“Para pemulung akan kita batasi aktivitasnya di zona 3. Hal ini dilakukan demi keselamatan pemulung. Mereka masih diizinkan beraktivitas, karena memang itu mata pencahariannya,” tandasnya.
Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat Arief Perdana mengungkapkan, longsor sampah menimbun hampir setengah bangunan bekas gudang.
“Bangunan yang tertimbun longsoran sampah sudah lama tidak dipergunakan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” kata Arief.*





