SATUMEDIA.ID – Banjir bercampur lumpur dua kali menggenangi Kampung Cibeber Hilir RW 02 dan RW 03, Desa Giriasih, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dalam satu bulan terakhir. Warga sudah pernah menyampaikan kondisi tersebut kepada aparat desa hingga kecamatan, namun tak kunjung ada tindak lanjut.
Kejadian terakhir, saat terjadi hujan deras pada Jumat (11/4/2025) sekitar pukul 13.30 WIB. Menyebabkan Sungai Cihaur meluap dan menggenangi pemukiman penduduk.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lapangan, banjir setinggi 50 sentimeter merendam 8 rumah dan sawah seluas 5.000 meter persegi.
Ketua RT 02, Asep Tarsa (58) mengatakan, sebelumnya Kampung Cibeber Hilir tak pernah mengalami kejadian banjir seperti sekarang ini. Dulu, setiap hujan lebat yang berlangsung lama hanya menyebabkan debit Sungai Cihaur naik, tapi tak sampai masuk ke rumah warga.
“Banjir besar seperti yang sekarang terjadi, semenjak dibangun perumahan The Awani Residence 3. Kondisinya bertambah parah ketika dibangun pemakaman DT Memorial Park yang berjarak sekitar 3 kilometer dari perkampungan penduduk,” kata Asep saat ditemui di lokasi banjir, Minggu (13/3/2025).
Ia menyebut semenjak adanya pembangunan di kawasan hulu, selokan yang melintas di Kampung Cibeber Hilir menjadi dangkal. Sebelumnya, memiliki kedalaman sampai 1 meter tapi sekarang hanya tinggal sejengkal tangan.
“Setiap hujan turun pasti membawa tanah yang berasal dari kedua proyek tersebut dan masuk ke selokan. Jadinya, terjadi sedimentasi atau pendangkalan sehingga ketika turun hujan, sekalipun kecil air dari selokan menggenangi perkampungan,” ungkapnya.
Asep menyayangkan hambatnya respon dari pengembang termasuk pemerintah. Sehingga saluran air atau selokan kondisinya semakin dangkal dan menyempit.
“Warga berharap, sebelum alat berat melakukan aktivitas pematangan lahan tolong perbaiki saluran air. Tapi gak direspon, alat berat sudah bekerja. Akibatnya, manakala hujan turun terjadi run off dimana air hujan membawa material tanah turun ke bawah masuk ke selokan. Buktinya banjir yang terjadi airnya kecoklatan karena memang membawa lapisan tanah yang terkikis,” tuturnya.
Asep juga mempertanyakan siapa yang memberikan izin pembangunan pemakaman DT Memorial Park. Dirinya sebagai pengurus RT dan warga belum pernah memberikan izin.
Begitupun dengan perumahan Awani Residence 3 sebelumnya pada 2021 pernah ditutup, tiba-tiba sekarang sudah dibangun.
Berdasarkan catatan Satumedia, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
Doni Munardo pernah meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat mengkaji ulang proyek pembangunan perumahan Awani Residence 3
Pasalnya, lokasi proyek pembangunan perumahan yang berada di Kampung Cibeber Hilir, Desa Giriasih, Kecamatan Batujajar itu berada di bawah Bukit Palasari dengan potensi bencana longsor yang cukup tinggi.
“Perumahan Awani mulai dibangun sejak 2021 dan sempat dihentikan. Sementara untuk pemakaman DT Memorial Park dibangun 2024, tapi belum mengantongi izin warga,” ungkapnya.
Banjir juga sampai ke daerah hilir, tepatnya di RW 02. Tidak hanya menggenangi pemukiman tapi juga jalan arteri yang menghubungkan antara Padalarang dengan Batujajar.
“Banjir disebabkan terjadinya penyumbatan aliran air tepat di depan SMK Mahardika Batujajar. Diperparah lagi penyempitan saluran air yang melintasi tiga perusahaan, yakni PT Central Georgette Nusantara Printing Mills (CGNP), PT Ateja dan PT Central Texindo,” kata Ketua RW 02, Kampung Cibeber Hilir, Saca Supratman (55).
Pihaknya berharap agar drainase atau saluran air di hilir segera diperbaiki. Pasalnya, kondisi sekarang terjadi penyempitan dan pendangkalan.
“Kami meminta semua pihak termasuk pemerintah untuk melakukan pembenahan dari hulu hingga ke hilir. Termasuk, menyediakan bak sampah dan memastikan aliran air dari sungai Cihaur bisa berjalan lancar,” tukasnya.*


