SATUMEDIA.ID – Wacana reaktivasi jalur kereta api Cipatat-Padalarang yang digulirkan oleh Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mendapat sambutan positif warga Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Diketahui, saat ini jalur kereta api dari arah Cianjur hanya sampai ke Stasiun Cipatat sepanjang 40 kilometer. Padahal sebelumnya kereta api sampai Stasiun Padalarang, kini tinggal menyisakan jalur yang sudah tertutup rumput liar.
Kini, rencana reaktivasi jalur kereta api Cipatat – Padalarang kembali dihidupkan kembali. Setelah Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi membahas wacana reaktivasi lima jalur kereta api dan melakukan pertemuan khusus bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan, dan PT KAI, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (15/4/2025).
Lima jalur yang akan direaktivasi itu diantaranya Banjar-Pangandaran-Cijulang sepanjang 82 kilometer, Cibatu-Garut-Cikajang sepanjang 47,5 kilometer, jalur Rancaekek-Tanjungsari sepanjang 11,5 kilometer, Cipatat-Padalarang sepanjang 17 kilometer dan Cikudapateuh (Bandung)-Ciwidey sepanjang 37,8 kilometer.
Rencana tersebut mendapat sambutan positif Dede (52) warga, RT 03/RW 01, Kampung Pasar Kidul, Desa Cempaka Mekar, Kecamatan Padalarang. Ia
mendorong Gubernur Dedi Mulyadi untuk secepatnya merealisasikan wacana tersebut.
“Saya berharap Pak Dedi tidak
berlama-lama dalam melakukan reaktivasi jalur kereta api Cipatat-Padalarang,” kata Dede.
Ia menceritakan, semasa kereta api Cipatat-Padalarang masih beroperasi menjadi angkutan favoritnya. Selalu memilih naik kereta api, selain karena ongkosnya murah juga tak mengenal macet.
“Mau ke Cianjur ataupun ke Bandung, saya dan keluarga selalu naik kereta api, sebelum akhirnya dinonaktifkan di tahun 2013,” ucapnya.
Warga lainnya, Oman (74) mengatakan hal yang sama. Menurutnya, kehadiran kereta api Cipatat-Padalarang bakal mendapat positif warga, karena merupakan angkutan yang murah dibandingkan angkutan lain.
Ya, Oman menjadi salah seorang yang sempat merasakan langsung kehadiran angkutan kereta api Cipatat-Padalarang. Setiap hari ia pergi ke Kota Bandung dengan menggunakan kereta api melalui Stasiun Tagogapu.
“Dulu saya kerja di Nurtanio, berangkat dan pulang kerja naik kereta, kalau angkutan umum kan beberapa kali naik, ongkosnya mahal juga. Kalau sekarang diaktifkan saya dan warga berterima kasih sekali. Mudah-mudahan ini dapat segera direalisasikan,” tukasnya.*





