Penjualan Domba Kurban di Bandung Barat Merosot Tajam

Penjualan domba kurban di KBB turun pada tahun ini. (Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Hitungan mundur Iduladha tinggal empat hari lagi, namun penjualan hewan kurban di Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih sepi.

Diduga, lesunya ekonomi masyarakat menjadi penyebab daya beli masyarakat menurun. Kondisi ini dikeluhkan pedagang hewan kurban.

Salah seorang pedagang hewan kurban, Atang (80) mengatakan, biasanya sepekan terakhir menjelang Iduladha hewan kurban dagangannya sudah habis terjual.

“Mestinya sekarang tinggal menyiapkan proses pengiriman. Tapi sekarang kondisinya berbeda, masih banyak domba yang belum terjual,” keluh Atang peternak dan penjual domba kurban di Desa Pakuhaji, Ngamprah, KBB, Senin (2/6/2025).

Menurutnya, penjualan di tahun ini menurun drastis jika dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan terlihat dari sejumlah pesanan hewan kurban baik pribadi, institusi, dan dari beberapa perusahaan yang merosot tajam.

Sebelumnya, lanjut Atang, pada saat kondisi ramai pembeli, sebanyak 220 domba kurban yang dijualnya sudah laku terjual jauh-jauh hari sebelum Iduladha.

“Namun sekarang, saya menyiapkan 130 ekor domba untuk dijual, masih banyak yang belum laku. Bukan karena banyak saingan penjual hewan kurban turun, tapi karena faktor ekonomi, seperti banyak pabrik yang tutup, pekerja tidak ada lemburan, PHK marak,” kata pria yang sudah dari tahun 80’an berjualan hewan kurban.

Domba kurban yang dijualnya bervariasi antara Rp3 juta sampai Rp8,5 juta. Ia berharap domba jualannya bisa laku terjual di sisa waktu.*

 

 

Pos terkait