SATUMEDIA.ID – Kontes Terbuka Seni Ketangkasan Domba Garut memperebutkan Piala Bupati Bandung Barat diikuti 340 ekor domba. Tidak hanya berasal dari Kabupaten Bandung Barat (KBB), tapi juga sejumlah daerah di Jawa Barat.
Peserta dari luar KBB, seperti Majalengka, Garut, Pangandaran, Tasikmalaya, Sumedang, Subang, Sukabumi, dan Cianjur
“Kegiatan ini berlangsung dua hari, Sabtu dan Minggu. Total ada sekitar 500 ekor domba yang ditimbang malam sebelumnya, dan yang ditandingkan sekitar 340 ekor atau 170 pasang,” kata Sekretaris DPC Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) KBB, M. Mulyono di Pamidangan Cikawati, Desa Pakuhaji, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (26/7/2025).
Kontes ketangkasan Domba Garut diselenggarakan Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) KBB bekerja sama dengan HPDKI KBB. Dibuka secara resmi Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail. Dihadiri Sekda KBB, Ade Zakir, Kepala Dispernakan KBB, Wiwin Aprianti, Camat Ngamprah Agnes Virganty, dsb.
Mulyono mengatakan, kontes ini merupakan bagian dari tradisi budaya dan kesenian Provinsi Jawa Barat yang sangat melekat di masyarakat.
“Di Bandung Barat, komunitas pecinta seni ini, khususnya di Bandung Barat, cukup menjanjikan dan sangat besar jumlahnya,” sebutnya.
Kegiatan ini terdiri dari dua agenda utama, selain untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Bandung Barat ke-18, juga babak kualifikasi Piala Presiden.
“Total ada enam putaran dimulai di Kabupaten Bandung, lalu Sumedang, Garut, sekarang di Bandung Barat, kemudian Majalengka, dan terakhir Cianjur. Finalnya akan dilaksanakan pada bulan September di Stadion Pakansari, Bogor,” sebutnya.
Untuk putaran yang sekarang ini, ungkap Mulyono, merupakan bagian dari proses kualifikasi, dengan mempertandingkan kategori kelas A, B, dan C. Ada sekitar 50 ekor domba terbaik yang nantinya akan mewakili wilayah masing-masing ke babak final di Bogor.
Sementara itu, Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail berharap, kontes ketangkasan Domba Garut ini dapat terus maju. Dengan terus menggali dan meningkatkan produksi, serta produktivitas ternak.
“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini , sektor agribisnis bidang peternakan, khususnya domba dapat terus maju,” kata Bupati Jeje Ritchie.
Ia menyebut, pada seni ketangkasan ini bukan hadiah semata yang dicari. Namun pembinaan dan pemberdayaan peternak dengan tujuan utama peternak yang berdaya saing tinggi, mampu melakukan pemeliharaan dengan baik.
“Termasuk memberikan pakan dengan baik. Tentu saja akan menghasilkan produk yang lebih baik. Pada gilirannya lahir domba sangat istimewa, kualitasnya bagus, bibitnya murni. Secara otomatis nilai tawarnya menjadi tinggi,” tandasnya.*

