SATUMEDIA.ID – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Cimahi mengalami lonjakan signifikan. Bahkan angka kasus dari Januari sampai pekan kedua April 2024 sudah melebihi total kasus DBD tahun 2023.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi, sampai pertengahan April 2024 warga yang terserang DBD mencapai 440 kasus dengan 6 orang meninggal.
“Jumlah 440 kasus hingga pekan kedua April sudah melebihi kasus DBD yang terdata sepanjang tahun 2023 sebanyak 363 kasus,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Dwihadi Isnalini, Jumat (17/5/2024).
Ia menerangkan, salah satu penyebab kematian dikarenakan terlambat dibawa ke fasilitas kesehatan hingga memiliki penyakit bawaan atau komorbid.
Ia menyebut, tingginya kasus DBD di Kota Cimahi dalam empat bulan terakhir disebabkan sejumlah faktor. Salah satunya cuaca yang tidak menentu, terkadang turun hujan namun berubah cuaca menjadi panas.
“Hujan menimbulkan banyak genangan air yang menjadi tempat berkembang biak jentik nyamuk penyebab demam berdarah,” sebutnya.
Ia mengingatkan kepada masyarakat agar selalu memperhatikan dispenser yang kerap menyisakan air, juga pot bunga yang disimpan dalam rumah.
“Bahkan tempat minum air burung bisa juga dijadikan tempat berkembang biaknya jentik nyamuk. Maka dari itu harus rutin setiap hari membersihkannya. Mengingat
nyamuk aedes aegypti tak hanya berkembangbiak di luar rumah,” kata
Dwihadi.
Diingatkannya pula jangan ada gantungan cucian di dalam rumah karena bisa menjadi tempat nyamuk.
Menurutnya, cara paling mudah dan efektif dalam mencegah penyebaran nyamuk penyebab DBD adalah dengan rutin
melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) sesering mungkin. Jangan sampai membiarkan jentik nyamuk tumbuh dan berkembangbiak.
“Paling efektif melakukan gerakan PSN. Apalagi sekarang cuaca terkadang hujan, terkadang panas sehingga meninggalkan genangan air,” tukasnya.*





