SATUMEDIA.ID – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional menyiapkan strategi besar untuk mendukung Program Strategis Nasional (PSN) melalui penyediaan lahan luas bagi pembangunan hunian vertikal dan pengembangan kota satelit.
Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, mengatakan langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mengatasi kepadatan di kota-kota besar sekaligus membuka pusat pertumbuhan baru di berbagai daerah.
“Kami sudah mengidentifikasi lahan dalam skala besar di berbagai wilayah Indonesia. Selain untuk hunian vertikal, kami juga menyiapkan pengembangan kota baru sebagai solusi jangka panjang,” ujar Nusron dalam rapat koordinasi bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman di Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Data ATR/BPN menunjukkan, total lahan yang telah terpetakan mencapai sekitar 129.764 hektare, tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi. Dari jumlah tersebut, sekitar 37.709 hektare dinilai siap dimanfaatkan dalam waktu dekat.
Pemerintah akan memprioritaskan pembangunan hunian vertikal di kawasan perkotaan, khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sementara itu, konsep kota satelit disiapkan dengan kebutuhan lahan yang lebih luas, mulai dari 30 hingga 120 hektare per lokasi.
“Pengembangan kawasan tertentu bahkan bisa membutuhkan lebih dari 100 hektare, tergantung skala dan peruntukannya,” kata Nusron.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa ketersediaan lahan menjadi fondasi utama keberhasilan program pembangunan 3 juta rumah yang tengah digenjot pemerintah.
“Konsepnya sederhana, kami ingin memastikan tanah tersedia agar pembangunan rumah bisa berjalan,” ujarnya.
Rapat koordinasi ini turut dihadiri jajaran pejabat tinggi ATR/BPN, termasuk Suyus Windayana, Virgo Eresta Jaya, Asnaedi, serta Lampri.
Melalui penyediaan lahan ini, pemerintah berharap pembangunan hunian tidak hanya menjawab kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga mendorong pemerataan pembangunan dan mengurangi tekanan urbanisasi di kota-kota besar.*





