SATUMEDIA.ID – Petani bawang merah di Desa Mekarwangi, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB) memilih menunda panen. Pasalnya, harga jual di tingkat petani masih rendah dibandingkan Agustus lalu.
“Harga bawang merah sekarang sedang turun bersamaan dengan ramainya aksi demo di Jakarta, beberapa waktu lalu,” kata salah seorang petani bawang, Dudung Suherman (56) di Kampung Cirangkong RT1/RW 2, Desa Mekarwangi, Kecamatan Sindangkerta, Senin (8/2025).
Ia mengungkapkan, sebelum terjadi demo harga bawang merah di tingkat petani bisa mencapai Rp45.000 per kilogram. Namun ketika terjadi aksi demo di Jakarta dan beberapa tempat lainnya , harga bawang merah merosot tajam.
“Saya mendapat info dari petani lain yang sudah menjual bawang merah Rp20 ribu perkilogram. Dijual segitu, ya rugi tak sebanding dengan modal,” keluhnya.
Oleh karena itu, Dudung memilih untuk menunda panen. Dengan harapan harga bawang merah di tingkat petani akan terdongkrak naik dalam beberapa hari ke depan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, rata-rata harga bawang merah di pasar tradisional Rp 45.00 sampai Rp 48.000 per kilogram.
Dudung maupun petani lainnya, biasa menjual ke bandar. Oleh bandar dipasarkan ke Pasar Induk Cibitung Bekasi, Pasar Kramat Jati Jakarta, dan sebagainya.
“Bandar pun sampai hari, belum ada yang menghubungi. Mungkin stok lama di pasar masih banyak sehingga belum perlu membeli sekarang ke petani,” ucapnya.*


