Legislator DPRD KBB Ini Soroti Bank Emok Saat 300 Sertipikat PTSL Dibagikan di Lembang

Sebanyak 300 sertipikat tanah hasil program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) diserahkan kepada warga Desa Mekarwangi, Kecamatan Lembang, KBB, Selasa (22/9/2026). (Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Sebanyak 300 sertipikat tanah hasil program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) diserahkan kepada warga Desa Mekarwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa (22/9/2026).

Penyerahan sertipikat berlangsung di halaman Kantor Desa Mekarwangi dan disaksikan anggota DPRD KBB Pither Tjuandys, Camat Lembang Bambang Eko, Wakil Ketua Bidang Yuridis Kantor Pertanahan KBB Helmi, Kepala Desa Mekarwangi Jajang Sumpena, serta perwakilan TNI dan Polri.

Dalam kesempatan tersebut, Pither Tjuandys mengingatkan warga agar tidak terburu-buru menjadikan sertipikat yang baru diterima sebagai jaminan pinjaman

Menurut Pither, sertipikat tetap boleh dimanfaatkan sebagai agunan apabila pinjaman tersebut digunakan untuk kegiatan produktif. Misalnya, modal usaha atau pengembangan sektor pertanian yang dapat menghasilkan pendapatan untuk membayar cicilan.

“Kalau untuk modal usaha atau mengembangkan pertanian, itu lebih baik karena pinjaman digunakan untuk menghasilkan pemasukan. Jangan digunakan untuk kebutuhan konsumtif,” katanya..

Ketua Komisi III DPRD KBB itu menyarankan warga mempertimbangkan lembaga keuangan formal yang memiliki program pembiayaan usaha bagi masyarakat.

Sebaliknya, dia meminta warga berhati-hati terhadap pinjaman dari rentenir atau yang dikenal masyarakat sebagai “bank emok”.

Pither mengatakan, banyak persoalan muncul ketika warga menjaminkan sertipikat tanah untuk mendapatkan pinjaman, tetapi kemudian kesulitan membayar cicilan.

“Jangan sampai sertipikat yang baru diterima malah dijaminkan untuk kebutuhan sesaat. Ketika tidak mampu membayar, aset yang menjadi jaminan bisa hilang,” katanya.

Dia meminta masyarakat memandang sertipikat PTSL sebagai aset jangka panjang yang memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah.

“Sertipikat ini adalah bukti hak yang diperjuangkan melalui program negara. Karena itu, jangan sampai aset keluarga dipertaruhkan hanya untuk mendapatkan uang secara cepat,” ujar Pither.

700 Sertipikat Sudah Diserahkan

Sementara itu, Plt Kepala Desa Mekarwangi Jajang Sumpena mengatakan, hingga penyerahan tahap ketiga, sudah sekitar 700 sertipikat tanah warga yang dibagikan melalui program PTSL.

Ketua Komisi III DPRD KBB Pither Tjuandys secara simbolis menyerahkan sertipikat tanah kepada warga pemiliknya di Lembang, Selasa (22/9/2026).(Dicky Mawardi/Satumedia).**

Desa Mekarwangi tahun ini mendapatkan kuota sebanyak 2.000 sertipikat PTSL. Jumlah tersebut menjadi salah satu kuota terbesar di Kabupaten Bandung Barat.

“Yang kami usulkan sebenarnya ada 2.117 bidang tanah. Tahun ini yang mendapatkan kuota sebanyak 2.000 bidang,” kata Jajang.

Dia menjelaskan, penyerahan sertipikat dilakukan secara bertahap. Tahap pertama sebanyak 200 sertipikat, tahap kedua 160 sertipikat, dan tahap ketiga sebanyak 300 sertipikat.

“Targetnya seluruh kuota 2.000 bidang bisa diselesaikan,” ujarnya.

Menurut Jajang, program PTSL di Desa Mekarwangi tidak hanya menyasar tanah milik warga. Sejumlah aset desa dan tanah wakaf juga turut didaftarkan untuk mendapatkan kepastian hukum.

“Yang disertipikatkan bukan hanya tanah warga, tetapi juga aset desa, tanah wakaf keluarga, wakaf umum, dan lainnya,” katanya.

Salah seorang warga, Nani (50) menyambut gembira program PTSL karena tanah yang berdiri bangunan rumah milik orangtuanya hingga kini belum bersertipikat. Total luas tanahnya mencapai 112 meter persegi.

“Tanah yang akan disertifikat ini milik ibu saya, Nasih. Gak bisa datang karena sudah sepuh dan kurang sehat, beliau sudah berusia 90 tahun,” kata Nani warga Kampung Bunisari RT 1/RW 6, Desa Mekarwangi, Kecamatan Lembang.

Ia mengaku bukan tidak mau mensertipikatkan tanah milik orangtuanya tapi karena keterbatasan biaya dan kesulitan dalam pengurusan.

“Alhamdulillah sekarang serba mudah. Terima kasih kepada pemerintah, juga pak dewan (Pither) yang sudah memberikan kemudahan dan membantu kami,” tuturnya.*

Pos terkait