SATUMEDIA.ID – Bali United harus menerima kenyataan pahit pada pekan ketiga BRI Super League 2026/27. Bertandang ke Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (20/9), Serdadu Tridatu takluk tipis 0-1 dari Borneo FC Samarinda. Kekalahan tersebut sekaligus menjadi noda pertama Bali United musim ini setelah sebelumnya sukses mengamankan kemenangan atas PSS Sleman dan Isenmulang Kalteng FC. Hasil itu membuat Bali United turun dari posisi teratas ke peringkat keempat dengan koleksi enam poin.
Pelatih Bali United, Johnny Jansen, tak menutupi kekecewaannya setelah timnya gagal membawa pulang poin dari Samarinda. Juru taktik asal Belanda itu menilai permainan anak asuhnya belum mencerminkan kualitas yang mereka miliki. Bali United dianggap terlalu lambat dalam mengembangkan permainan, terutama setelah pertandingan memasuki babak kedua. “Di babak pertama, menurut saya kekuatan kedua tim seimbang. Namun di babak kedua, kami melakukan kesalahan dan mereka mencetak gol. Setelah itu, kami berusaha menekan lawan,” ujar Jansen.
Pertandingan tersebut juga berjalan penuh drama setelah wasit Naufal Adya Fairuski mengeluarkan tiga kartu merah. Dua pemain Bali United, Rahmat Arjuna dan Tim Receveur, masing-masing diusir pada menit ke-35 dan 70, sedangkan Rifad Marasabessy dari Borneo FC juga menerima kartu merah pada menit ke-35. Bermain dengan sembilan pemain membuat Bali United harus mengubah pendekatan, tetapi tekanan yang mereka bangun pada 20 menit terakhir belum cukup untuk membongkar pertahanan tuan rumah. Jansen mengakui keputusan kartu merah menjadi bagian dari laga, namun menegaskan timnya tidak boleh menjadikan wasit sebagai alasan utama.
Senada dengan sang pelatih, Tim Geypens mengakui Bali United memang menghadapi pertandingan yang tidak mudah. Bek tersebut menyebut beberapa kesalahan yang terjadi seharusnya bisa diminimalkan, terutama dalam pertandingan dengan intensitas tinggi seperti menghadapi Borneo FC. “Dalam pertandingan seperti ini, kita tidak boleh melakukan kesalahan-kesalahan tersebut. Tapi menurut saya kami sudah berjuang dengan baik, hanya saja kualitas permainan perlu ditingkatkan,” kata Geypens.*





