Buruan Festival,  Menggandeng Ibu Rumah Tangga dan Penyandang Disabilitas Menjadi Berdaya Ekonomi

Owner Virageawie, Adang Muhidin.(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Agenda tahunan Buruan Festival digagas Virageawie berkolaborasi dengan PT Surveyor Indonesia digelar selama dua hari, 17-18 September 2025 di Jl. Raya Batujajar, Cimareme, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Festival ini merupakan edisi ketiga setelah sebelumnya sukses diadakan pada 2023 dan 2024.

“Buruan Festival kali ini menawarkan beragam kegiatan, mulai dari pagelaran seni, workshop, pelatihan, hingga bazar kuliner dan pameran produk bambu. Kami juga ingin memberikan kesempatan bagi para penyandang disabilitas dan ibu rumah tangga dengan usaha untuk berkembang secara ekonomi,” ujar Owner Virageawie, Adang Muhidin, Kamis (18/9/2025).

Adang juga menjelaskan bahwa festival ini bertujuan untuk memperkenalkan berbagai peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Selain itu, pihaknya menyediakan fasilitas seperti sertifikasi halal, NIB (Nomor Induk Berusaha), PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga), dan membantu pemasaran produk.

Sebagai bagian dari perayaan Hari Bambu Sedunia (World Bamboo Day) yang bertepatan pada 17 September, Virageawie meluncurkan platform digital marketing untuk membantu pelaku usaha memasarkan produk mereka, tidak hanya di Bandung Barat, tetapi juga secara nasional.

“Kami berharap dengan adanya platform ini, pelaku UMKM dapat menjangkau pasar yang lebih luas, bahkan hingga pasar internasional. Target kami adalah, pada 2027, ada satu atau dua pelaku UMKM dari Bandung Barat yang sudah bisa mengekspor produk mereka,” tambah Adang.

Menurutnya, festival ini menjadi bukti komitmen Virageawie untuk mendukung pengembangan ekonomi lokal dan memberdayakan komunitas, dengan harapan bisa menciptakan peluang yang lebih besar bagi UMKM untuk berkembang dan bersaing di tingkat global.

Di tempat yang sama, Kepala Unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Surveyor Indonesia (Persero),
Linda Adela, mengatakan, melalui Festival Buruan, kedua pihak bekerja sama untuk memberikan pelatihan dan pembinaan kepada pelaku UMKM, termasuk penyandang disabilitas yang ada di KBB.

“PT Surveyor Indonesia memiliki mitra binaan yang bernama Virageawie. Dalam dua hari ini, mereka tidak hanya mengadakan pelatihan, tetapi juga melakukan pemberdayaan masyarakat,” jelas Linda Adela, Kepala Unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Surveyor Indonesia (Persero), saat ditemui di sela kegiatan.

Linda menambahkan, pelatihan tersebut mencakup penyandang disabilitas serta pemberdayaan masyarakat sekitar yang memiliki banyak UMKM.

“Mereka diberikan berbagai informasi mengenai sertifikasi halal. PT Surveyor Indonesia, sebagai BUMN, memiliki fokus pada tiga sektor utama, yakni pendidikan, pengembangan UMKM, dan lingkungan,” ujarnya.

Dalam hal UMKM, PT Surveyor Indonesia membagi kegiatan ini menjadi dua kategori: pengembangan dan pendidikan. Dalam dua hari tersebut, pihaknya memberikan pelatihan kepada para difabel.

“Virageawie, sebagai sebuah UMKM, tidak hanya berdiri sendiri, tetapi mereka juga memberdayakan masyarakat untuk berkembang bersama. Kami sangat mengapresiasi itu,” tambah Linda.

Menurutnya, Virageawie sejajar dengan PT Surveyor Indonesia dalam hal pemberdayaan UMKM di berbagai desa, yang dijadikan mitra kerja.

“Kami juga melakukan pemberdayaan dan pembinaan UMKM di seluruh Indonesia. Ke depan, Virageawie berencana untuk memulai ekspor, dengan target 70% pasar mereka di luar negeri dan 30% di dalam negeri,” tuturnya.

Virageawie kini telah merambah dunia digital, dengan mengembangkan pasar melalui website, podcast, dan marketplace baik domestik maupun internasional.

“Ini akan menarik bagi UMKM di sekitar mereka. Jadi, bukan hanya Virageawie yang akan berkembang, tetapi UMKM lainnya juga akan mendapatkan manfaatnya. Mungkin beberapa UMKM yang hadir di sini akan dilibatkan dan turut berjualan melalui marketplace mereka,” imbuh Linda.*

Pos terkait