SATUMEDIA.ID – Ada suasana haru sekaligus hangat saat Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail bersama Wakil Bupati Asep Ismail silaturahmi ke rumah H. Ase Rukmantara di Desa Mandalawangi, Kecamatan Cipatat, Senin (25/8/2025).
Bukan sekadar kunjungan biasa, pertemuan itu menjadi momen penghormatan bagi sosok maestro seni yang menciptakan lagu Karatagan Bandung Barat dan Himne Bandung Barat—karya yang hingga kini menjadi identitas daerah.
Dalam suasana akrab, Jeje Ritchie memainkan gitar, sementara H. Ase meniup suling. Keduanya berkolaborasi memperdengarkan kembali lagu Karatagan Bandung Barat di hadapan keluarga dan jajaran pemerintah.
“Suasana sederhana, tapi penuh makna. Saya bisa langsung merasakan jiwa seni beliau,” ungkap Jeje usai acara.
Bupati menuturkan, karya H. Ase bukan hanya lagu, melainkan warisan budaya yang harus dijaga. Karena itu, Pemkab Bandung Barat segera menyiapkan langkah administrasi agar lagu tersebut terdaftar resmi ke Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).
“Pemda akan memiliki hak resminya, tapi nama pencipta tetap diabadikan. Ini bentuk apresiasi nyata terhadap seniman kita,” tegasnya.
Tak hanya itu, Jeje juga memenuhi harapan H. Ase yang sedang membangun Masjid Al-Bakri. Pemkab Bandung Barat telah mengalokasikan bantuan Rp50 juta untuk mendukung pembangunan tersebut.
Sementara itu, H. Ase Rukmantara menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah. Baginya, lagu Karatagan Bandung Barat adalah persembahan abadi bagi tanah kelahirannya.
“Selama Bandung Barat berdiri, lagu ini tak boleh berubah. Semoga masyarakat bisa terus menjaga nilai rapih, tangguh, dan berwibawa yang terkandung di dalamnya,” ujarnya penuh harap.
Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa seni adalah identitas, bukan sekadar hiburan. Dengan apresiasi dan dukungan pemerintah, Bandung Barat berkomitmen menjaga warisan budaya sekaligus membuka jalan bagi lahirnya generasi seniman baru.*





