SATUMEDIA.ID – Jalan Raya Cililin, tepatnya di Kampung Sukatani RT 03/RW 05, Desa Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), rusak parah setelah dilanda longsor pada Jumat (7/11/2025) malam.
Longsor tersebut menyebabkan lubang besar menganga di tengah badan jalan, menyisakan jalur sempit yang nyaris tak bisa dilalui kendaraan roda empat.
Kondisi ini membuat warga sekitar diliputi kecemasan. Pasalnya, puluhan rumah berdiri tepat di bawah tebing jalan yang amblas, sehingga dikhawatirkan akan ikut terperosok jika hujan deras kembali mengguyur wilayah itu.
“Warga khawatir rumah-rumah di bawahnya bisa runtuh kapan saja kalau hujan turun lagi,” ujar Dedi, warga setempat, saat ditemui Selasa (11/11/2025).
Menurut Dedi, kerusakan di titik tersebut bukan kali pertama terjadi. Ia menyebut gorong-gorong di bawah jalan yang dibangun sejak tahun 1984 sudah beberapa kali amblas, namun selama ini hanya diperbaiki dengan tambalan seadanya.
“Sudah sering ambles, tapi setiap kali cuma ditambal. Sekarang malah makin parah,” ungkapnya.
Warga lainnya, Rudi, menuturkan bahwa jalan itu merupakan akses vital bagi ribuan warga di wilayah barat Kecamatan Cililin. Ruas tersebut menjadi penghubung utama antara pusat kecamatan dengan sejumlah desa sekitar.
“Kalau jalan ini putus total, kami bisa terisolasi. Tidak ada jalur alternatif untuk kendaraan. Kami sangat berharap pemerintah segera memperbaiki sebelum makin parah,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Pelaksana BPBD KBB, Asep Sehabudin, memastikan pihaknya telah melakukan asesmen awal dan memasang garis pembatas di lokasi untuk mencegah kecelakaan. Namun, ia menegaskan bahwa perbaikan total menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR).
“Kami sudah turun ke lokasi dan melakukan langkah awal untuk pengamanan. Tapi untuk perbaikan menyeluruh, itu ranah teknis Dinas PUTR,” kata Asep.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas PUTR KBB terkait rencana penanganan darurat maupun perbaikan permanen. Sementara itu, warga berharap langkah cepat segera diambil agar jalan tak semakin rusak dan potensi longsor susulan bisa dihindari.*





