Hampir 50 Persen Hewan Kurban di KBB Berasal dari Luar Daerah

Dispernakan KBB melakukan pengetatan hewan ternak yang masuk dari luar daerah. (Dicky Mawardi/Satumedia)**

SATUMEDIA.ID – Sekitar 50 persen hewan kurban di Kabupaten Bandung Barat (KBB) ternyata berasal dari luar daerah. Selain didatangkan langsung, ada juga yang dibesarkan di KBB.

“Setengahnya hewan kurban yang diperdagangkan di Bandung Barat memang berasal dari luar daerah. Tapi seperti sapi potong kebanyakan pembesarannya di KBB, yang memang sengaja setelah besar dijual untuk hewan kurban,” kata
Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) pada Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) KBB,  Acep Rohimat kepada Satumedia.Id, Rabu (29/5/2024).

Menurutnya, sapi untuk hewan kurban biasanya berasal dari daerah Jawa Tengah dan Timur. Sejumlah persyaratannya ketat diberlakukan agar tidak sampai menularkan
penyakit hewan.

“Ternak harus sehat dibuktikan dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), bebas penyakit PMK dan LSD yang dilengkapi bukti hasil laboratorium serta riwayat vaksinasi. Bagi yang tidak bisa menunjukkan tidak akan diizinkan masuk KBB,” tandasnya.

Diharapkan, lanjutnya,  ketatnya pengawasan lalu lintas ternak bertujuan untuk mencegah penularan penyakit hewan dari satu wilayah ke wilayah lainnya yang dapat mengancam kesehatan hewan dan manusia.

Ia menjelaskan, maksud dari kebijakan ini adalah melindungi wilayah KBB dari risiko penularan penyakit hewan menular strategis.

“Status penyakit di kabupaten/kota berpedoman kepada Kepmentan 311
Tahun 2023 tentang Status Penyakit di Suatu Wilayah,” jelasnya.

Sementara itu, Dispernakan KBB sudah mempersiapkan rencana pemeriksaan hewan kurban tahun 2024. Pemeriksaan akan dimulai dari tanggal 1 sampai 21 Juni 2024

“Kemudian untuk post mortem  atau  pemeriksaan kesehatan jeroan dan karkas setelah disembelih dijadwalkan dari tanggal 17 sampai 21 Juni 2024,” kata Acep.

Untuk pemeriksa akan melibatkan 45 orang  petugas, terdiri dari 11 dokter hewan, 11 PPL dan 20 orang paramedis. Dispernakan juga menyiapkan label sehat sebanyak 10.000, 40 buku SKKH, dan 100 stiker lapak.*

Pos terkait