Dispakan Bandung Dorong Konsumsi Ikan, Protein Pengganti Daging Ayam dan Telur

Peringatan Hari Pangan Sedunia ke-45 dan Hari Ikan Nasional ke-12 di Gedung Mohamad Toha, Komplek Pemkab Bandung, Selasa (25/11/2025).(Dok.Diskominfo Kabupaten Bandung).**

SATUMEDIA.ID – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispakan) Kabupaten Bandung mengambil langkah strategis untuk mengantisipasi gejolak kebutuhan protein masyarakat, khususnya bagi penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini sangat bergantung pada pasokan daging ayam dan telur.

Sebagai alternatif, Dispakan mendorong pemanfaatan ikan terutama ikan lele sebagai sumber protein pengganti.

Kepala Dispakan Kabupaten Bandung, Uka Suska Puji Utama, memaparkan bahwa produksi ikan lele lokal saat ini baru mencapai 38,82 ton per bulan. Sementara kebutuhan untuk 1.253.236 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mencapai 125,32 ton per bulan, sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 86,5 ton.

“Untuk itu, langkah yang akan kami lakukan adalah pembinaan intensif kepada para pembudidaya ikan serta mendorong lahirnya wirausaha baru di sektor perikanan,” ujar Uka Suska pada peringatan Hari Pangan Sedunia ke-45 dan Hari Ikan Nasional ke-12 di Gedung Mohamad Toha, Komplek Pemkab Bandung, Selasa (25/11/2025).

Mengusung tema “Mari Jadikan Ikan Sumber Protein untuk Mewujudkan Pangan Bergizi Menuju Indonesia Emas 2045,” Uka menegaskan pentingnya ikan sebagai sumber protein unggulan dalam membangun ketahanan pangan dan kualitas SDM di Indonesia.

“Pangan bergizi, terutama ikan, memainkan peran strategis untuk mewujudkan generasi sehat dan produktif menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Acara ini turut dihadiri Bupati Bandung Dadang Supriatna, Ketua DPRD Kabupaten Bandung Renie Rahayu Fauzi, jajaran Forkopimda, dan Ketua TP PKK sekaligus Bunda Forikan Kabupaten Bandung Hj. Emma Detty Permanawaty.

Sementara itu,  Hari Pangan Sedunia ke-45 dan Hari Ikan Nasional ke-12 diisi
berbagai kegiatan sebagai bagian dari kampanye pemenuhan pangan bergizi bagi masyarakat,  meliputi Gerakan Pangan Murah (GPM) dan bazaar pangan. Mulai dari menyediakan beras, daging, minyak goreng, telur,  sayuran yang berasal dari pelaku UMKM, kios pangan dan Bulog.

“Alhamdulillah, Baznas Kabupaten Bandung memberikan 1.000 voucher belanja senilai Rp25.000.000,00 bagi pegawai PHL, ASN golongan 1 dan 2, dimana satu voucher tersebut senilai Rp25.000,00,” ujarnya.

Kemudian, kata Uka Suska, melaksanakan Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) Berbasis Pangan Lokal, untuk mendorong inovasi dan kreativitas masyarakat dalam mengolah pangan lokal beragam, bergizi, seimbang, dan aman.

“Lomba Kreasi Pindang Sipedo Cukanggenteng, sebagai bentuk pelestarian makanan lokal sekaligus inovasi bernilai tambah,” ujarnya.

Dikatakannya, Dispakan juga turut melaksanakan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) melalui kegiatan dongeng dan edukasi gizi serta pembagian paket olahan ikan bagi anak- anak.

Selanjutnya melaksanakan Talkshow Knowledge Sharing dan Best Practice, bersama dengan para pelaku usaha pangan perikanan yang telah berhasil di bidang yang ditekuninya, sebagai inspirasi dan pembelajaran bagi masyarakat.

“Dispakan juga melaksanakan Layanan Konsultasi Keamanan Pangan, yang menghadirkan edukasi mengenai pentingnya pangan yang aman, higienis, dan layak konsumsi,” tuturnya.

Pada kegiatan Expo Ikan Hias, lanjut Uka Suska, pada kesempatan ini dipamerkan ikan hias Koki, Bloodred, Glofish, Corydoras albino, Guppy, Sunrise diikuti oleh pelaku usaha budi daya ikan hias.

“Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 750 orang, terdiri dari pelaku usaha perwakilan 31 kecamatan, Bunda Forikan Kecamatan, organisasi masyarakat, pelajar, serta masyarakat umum,” tuturnya.

Ia mengatakan dalam kesempatan ini, Dispakan mengundang pelaku usaha mitra binaan yang sudah berhasil. Di antaranya, Pipit Candra (Bernard Tani) pelaku usaha sayuran Pangalengan,
Michael (PT. Sindo Fresh Global) pelaku usaha Ubi Cimaung, keduanya menjadi salah satu narasumber pada acara talkshow hari ini.

Selain itu, Ridwan Nugraha (PT. Internal Farm) pelaku usaha Buah Strawberi Pasirjambu, Galih Raka (Fraistin) pelaku usaha Buah Tin Rancabali.

Ia menambahkan,  kelompok pengolahan dan pemasaran hasil perikanan yang telah bermitra dengan SPPG. Di antaranya, Melin (CV Global Pangan Sadulur) pelaku usaha Bandeng isi, Asti (Poklahsar Wadimah) pelaku usaha abon ikan cakalang,
Indeung (Poklahsar Ikhlas Sosial Putri) pelaku usaha abon lele,
H. Mansur (Poklahsar ADISYAFIDZ BAROKAH) supplaier filet ikan lele.

Kelompok pembudidaya ikan yang telah bermitra dengan SPPG. Yakni, Roni Rusnawan (Kelompok Saung Lampung Farm) pembudidaya ikan lele dari Soreang. Rudi Kusnawan (Kelompok Medal Laksana) pembudidaya ikan lele dari Kampung Perikanan Budidaya Majalaya.

Ade Iqbal (BIOFLOKIS) pembudidaya ikan lele dari Pacet, Rahmat hidayat pembudidaya ikan nila dari kecamatan cimaung.

Kelompok yang sudah bermitra dengan KDMP, yakni Hendar Kadarusman, S.Pi (Artha Cipta Fish Farm) pembudidaya ikan nila sistem bioflok dari Kecamatan Ciparay. Ade Iqbal (Bioflokis) pembudidaya ikan lele dari Pacet.

Eksportir Ikan Hias ke-58 negara, yaitu
Hartono CV Aquazone Indonesia dari Kecamatan Margahayu, Indra dari PT Kyorin dari Kecamatan Dayeuhkolot.*

Pos terkait