Bupati Bandung Barat Tegaskan Penguatan Gerakan KBBS, Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Wujudkan Lingkungan Sehat

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail pada Forum Kabupaten Bandung Barat Sehat yang digelar, Selasa (25/11/2025).(Dok.Prokompim KBB).**

SATUMEDIA.ID – Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismal, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat Gerakan Kabupaten Bandung Barat Sehat (KBBS) dalam Forum Kabupaten Bandung Barat Sehat yang digelar, Selasa (25/11/2025.

Program ini disebut menjadi fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan yang menempatkan kesehatan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat sebagai prioritas utama.

Dalam paparannya, Bupati Jeje menjelaskan bahwa KBBS merupakan bagian integral dari Program Nasional Kabupaten/Kota Sehat (KKS). Pendekatan ini menuntut perencanaan matang, kesinambungan pelaksanaan, serta keterlibatan aktif berbagai unsur, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga dunia usaha.

“Pertumbuhan penduduk yang pesat dan kompleksitas persoalan kesehatan lingkungan tidak bisa ditangani oleh satu sektor saja. Sanitasi, pengelolaan sampah, air bersih, keamanan pangan, hingga perubahan perilaku semuanya membutuhkan kerja bersama,” kata Jeje.

Forum KBBS sendiri menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi lima pilar pembangunan: pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan lembaga sosial. Melalui forum ini, berbagai tatanan sehat terus dikembangkan, mulai dari pemberdayaan masyarakat, penataan permukiman dan fasilitas umum, pendidikan, pasar sehat, lingkungan perkantoran dan industri, kawasan pariwisata, hingga transportasi dan ketertiban lalu lintas.

Selain itu, aspek perlindungan sosial serta kesiapsiagaan menghadapi bencana juga menjadi fokus penguatan. Jeje menambahkan, keberhasilan KBBS akan sangat ditentukan oleh konsistensi seluruh pihak dalam menjaga komitmen dan memastikan program berjalan dari tingkat desa hingga kabupaten.

“Lingkungan yang bersih, aman, dan sehat bukan hanya cita-cita, tetapi kebutuhan fundamental masyarakat. Bandung Barat harus menjadi rumah yang layak ditinggali oleh generasi hari ini maupun masa depan,” ujarnya.

Lebih dari satu dekade pembangunan KKS di Bandung Barat telah menghasilkan berbagai prestasi membanggakan di tingkat nasional:

Swastisaba Padapa (2013)

Swastisaba Wiwerda (2015)

Swastisaba Wistara I (2017)

Swastisaba Wistara II (2019)

Swastisaba Wistara III (2023)

Ternominasi Swastisaba Wistara Paripurna (2025) sebagai indikator kesiapan menuju predikat tertinggi KKS.

Bupati Jeje menekankan bahwa prestasi tersebut bukan semata hasil kebijakan pemerintah, tetapi merupakan buah dari kerja bersama seluruh pemangku kepentingan.
Berbagai inovasi masyarakat turut memperkuat pembangunan kesehatan lingkungan di Bandung Barat, antara lain:

Desa Siaga Jiwa untuk ketahanan psikososial, Saung Maggot Bandung Barat sebagai inovasi pengolahan sampah organik berbasis ekonomi, Gerakan Minat Baca untuk menumbuhkan budaya literasi, dan Budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai upaya kemandirian kesehatan keluarga.

“Inovasi-inovasi ini perlu diperluas ke seluruh 16 kecamatan dan 165 desa agar menjadi gerakan bersama yang semakin kuat,” ujar Bupati Jeje.

Menutup sambutannya, Bupati Jeje mengajak seluruh sektor—pemerintah desa dan kecamatan, DPRD, fasilitas kesehatan, institusi pendidikan, dunia usaha, komunitas, media, dan seluruh warga Bandung Barat—untuk terus memperkuat gerakan KBBS.

“Dengan komitmen dan gerak bersama, InsyaAllah kita tidak hanya siap meraih Swastisaba Wistara Paripurna, tetapi juga mampu menjadi daerah yang sehat, produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Dengan kolaborasi lintas sektor yang semakin kuat, Pemkab Bandung Barat optimistis dapat mencapai standar Kabupaten/Kota Sehat dan menghadirkan kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh warganya.*

 

Pos terkait