SATUMEDIA.ID – Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Pelaku Usaha Kuliner yang digelar pemerintah daerah sebagai langkah strategis memperkuat daya saing UMKM, khususnya sektor kuliner yang menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi lokal.
Asep menegaskan bahwa sektor kuliner memiliki peran yang jauh lebih luas dari sekadar aktivitas ekonomi. Menurutnya, kuliner merupakan wujud budaya, kreativitas, inovasi, sekaligus identitas yang melekat pada masyarakat Bandung Barat.
“Sektor kuliner bukan hanya soal makanan, tetapi juga tentang budaya, kreativitas, inovasi, serta identitas daerah. Kita memiliki potensi besar, dari kuliner tradisional hingga kreasi modern yang digemari generasi muda,” ujar Asep di Lembang, Selasa (25/11/2025)..
Meski terus tumbuh, pelaku UMKM kuliner disebut masih berhadapan dengan berbagai tantangan. Persaingan yang makin ketat, perubahan selera konsumen, percepatan digitalisasi, hingga tuntutan peningkatan kualitas produk dan higienitas menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa diabaikan.
Asep menekankan pentingnya penguatan kapasitas pelaku usaha agar mampu bertahan dan berkembang di era yang serba cepat.
“Kegiatan hari ini diharapkan menjadi ruang belajar bersama. Pelaku usaha kuliner Bandung Barat harus semakin kuat dalam manajemen usaha, kreatif dalam inovasi produk, dan siap memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran, pencatatan keuangan, hingga layanan pelanggan,” jelasnya.
Pemkab Bandung Barat menilai intervensi berupa pelatihan, pendampingan, hingga digitalisasi UMKM penting dilakukan untuk menciptakan ekosistem kuliner yang kompetitif sekaligus berkelanjutan.
Pemerintah daerah juga berkomitmen memperluas kolaborasi lintas sektor agar pelaku usaha dapat memperoleh akses market, permodalan, hingga penguatan kualitas produk.
Kegiatan peningkatan kapasitas tersebut menjadi bagian dari langkah Pemkab Bandung Barat untuk memastikan UMKM, terutama sektor kuliner, dapat terus menjadi tulang punggung ekonomi lokal serta penjaga kekayaan kuliner daerah.*





