SATUMEDIA.ID – Hujan deras yang mengguyur wilayah Parongpong pada Minggu (30/11/2025) malam memicu longsor yang menimpa sebuah mobil berisi satu keluarga di Jalan Terusan Geger Kalong Hilir, Desa Sariwangi, Kabupaten Bandung Barat.
Insiden terjadi sekitar pukul 19.30 WIB dan membuat warga sekitar panik karena suara runtuhan yang terdengar keras dari arah tebing.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Barat, Asep Sehabudin, mengatakan longsor diduga dipicu oleh kondisi Tembok Penahan Tanah (TPT) yang masih basah dan belum sepenuhnya kering pada area proyek pembangunan di sisi jalan.
“Material tanah dan batu meluncur dari tebing dan langsung menimpa mobil yang sedang terparkir di bawahnya,” ujar Asep saat dihubungi, Senin (1/12/2025).
Asep memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pihak penggarap proyek telah menyatakan kesediaannya untuk memperbaiki kerusakan pada kendaraan milik warga.
“Pihak pemilik proyek sudah siap bertanggung jawab atas kerusakan mobil,” ucapnya.
Ia menambahkan, tingginya curah hujan membuat struktur tanah cepat jenuh dan memperlemah fondasi TPT. “TPT itu belum kering dan hujan turun cukup deras. Kondisi itu menyebabkan dinding penahan roboh karena tak kuat menahan resapan air,” kata dia.
Petugas lapangan BPBD KBB, Suheri, menjelaskan longsor terjadi secara tiba-tiba dan langsung menghantam mobil sedan milik Imron, warga Perumahan Bukit, RT 01/RW 11 Desa Sariwangi.
“Suara runtuhan terdengar keras. Warga sempat panik karena gemuruhnya sampai ke permukiman,” kata Suheri.
Akibat kejadian itu, tiga penumpang dalam mobil mengalami luka ringan. Imron mengalami luka pada jari tangan, istrinya Muthi mengalami luka ringan, sedangkan anak mereka Hisyam mengalami benjol di kepala. Mobil tersebut mengalami kerusakan berat pada bagian atap dan bodi.
BPBD bersama pemerintah desa dan Damkar Parongpong langsung turun melakukan penanganan darurat. Dua unit beko serta dua dump truk dikerahkan untuk membersihkan material longsor yang sempat menutup badan jalan.
Lalu lintas di lokasi sempat tersendat hingga Senin siang karena proses pembersihan masih berlangsung.
“Penanganan darurat terus dilakukan. Kami juga akan melakukan penguatan tebing mengingat cuaca ekstrem diprediksi masih berlangsung beberapa pekan ke depan,” ujar Suheri.*




