Hujan Lebat Mengintai, Wakil Ketua DPRD KBB Asep Dedi: Pemkab hingga Desa Diminta Siaga Penuh

Hujan deras yang mengguyur wilayah KBB pada Kamis (4/12/2025) memicu luapan aliran Sungai Cibitung-Ciputri di Kampung Curugan, Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin. Air sungai yang meninggi meluap hingga memasuki kawasan wisata Lembah Curugan Gunung Putri.(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan lebat akan mengguyur sejumlah wilayah Indonesia pada 8–11 Desember 2025. Intensitas hujan diperkirakan meningkat di Sumatera Utara, Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, serta Papua Pegunungan.

Menyikapi prediksi tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB), Asep Dedi, mengingatkan pemerintah di seluruh tingkatan untuk bersiaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Peringatan itu disampaikan setelah bencana banjir bandang dan longsor melanda sejumlah titik di KBB pada Kamis (4/12/2025) sore, merusak puluhan rumah warga dan mengganggu akses jalan.

“Kades harus segera melakukan pemetaan wilayah yang paling rentan. Ini langkah awal yang tidak bisa ditunda,” tegas Kang Asded panggilan akrab Asep Dedi, Sabtu (6/12/2025).

Wakil Ketua DPRD KBB Asep Dedi.(Istimewa).**

Menurut politisi PKB itu, kawasan selatan KBB terutama Cililin, Sindangkerta, Cipongkor, dan Gununghalu, memiliki kerawanan tinggi terhadap longsor dan banjir bandang.

“Selain itu, pemerintah harus menyiapkan anggaran cadangan yang dapat digunakan sewaktu-waktu untuk penanganan darurat maupun pascabencana,” ujarnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB mencatat, rangkaian bencana pada Kamis sore itu tidak hanya terjadi di enam desa, tetapi menyebar dari wilayah selatan hingga utara Kabupaten Bandung Barat.

Kepala Pelaksana BPBD KBB, Asep Sehabudin, menjelaskan banjir bandang pertama kali terjadi sekitar pukul 14.00 WIB di Kampung Legong, Desa Gununghalu–Sirnajaya. Tidak lama berselang, longsor dilaporkan muncul di sejumlah kecamatan lainnya.

“Di Parongpong, tiga rumah di Kampung Mekarwangi mengalami rusak sedang akibat longsor. Di Lembang, tembok penahan tanah di Kampung Sukapinggir ambrol dan menimpa tiga rumah warga,” kata Asep, Jumat (5/12/2025).

Kondisi terparah tercatat di Kecamatan Sindangkerta yang terdampak di lima desa sekaligus. Di Desa Cikadu, rumah milik Micky Wibowo jebol total, sementara dua rumah lain milik Asep Salimudin dan Maman rusak sedang.

Di Desa Wangunsari, bencana meluas ke RW05, RW06, dan RW11. Di Rancasenggang, lima rumah di Kampung Babakan Sukahaji tertekan runtuhan tanah. Sementara itu, Jalan Gunungbatu di Desa Buninagara terpaksa ditutup karena tertimbun longsor.

“Secara total ada 43 rumah yang terdampak, dua di antaranya rusak berat. Jembatan dan jalan di Sukamenak terputus, bahkan lapangan sekolah MA Darussyifa pun ikut terdampak. Di Cililin, tebing longsor mengancam rumah warga bernama Ade Nuraeni,” jelasnya.

BPBD KBB saat ini terus melakukan asesmen kerusakan sambil menyalurkan bantuan darurat bagi warga terdampak. Pemerintah daerah diminta tetap meningkatkan kesiapsiagaan mengingat periode hujan lebat diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.*

Pos terkait