Merancang Umrah Mandiri Oleh Dede Supriatna

SATUMEDIA.ID – Setelah menunggu lama akhirnya pemerintah melegalisasi umrah mandiri dengan UU No 14 / 2025 tentang penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah pada 26 Agustus 2025 lalu. Disebutkan dalam Pasal 86, ibadah umrah bisa dilakukan dengan tiga cara, lewat travel atau Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), secara mandiri, atau melalui menteri dalam kondisi luar biasa atau darurat.

Aturan baru ini mengubah ketentuan sebelumnya yang hanya memperbolehkan umrah lewat PPIU dan pemerintah. Karena secara resmi sudah ada payung hukum maka tibalah saatnya bagi jamaah untuk merancang umrah secara mandiri tanpa melalui travel.

Sebelum merancang teknis umrah mandiri baiknya perlu diketahui dulu pemahaman tentang umrah yang dalam istilah fiqih berarti melakukan serangkaian kegiatan yakni Tawaf , Sai , kemudian diakhiri dengan Tahalul . Umrah yang yang akan jamaah laksanakan yakni umrah Mufradah adalah ibadah umrah yang pelaksanaannya tidak terkait dengan rangkaian haji, atau disebut juga umrah terpisah. Untuk umrah jenis ini, waktu ibadahnya tidak tetap dan bisa dilakukan kapan saja sepanjang tahun.

Bahkan, umrah ini juga bisa dilakukan di bulan haji. Namun pelaksanaannya tidak terkait dengan rangkaian ibadah haji. Selanjutnya perlu diketahui , terdapat 5 hal yang menjadi rukun dalam ibadah umrah. Rukun pertama adalah ihram, yaitu niat untuk masuk atau memulai ibadah umrah.Penting bagi jamaah umrah hendaknya didasari niat yang tulus (Ikhlas).

Ibadah umrah bukanlah sekadar perjalanan wisata, melainkan sebuah panggilan suci untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Niat yang benar akan menjadi fondasi bagi seluruh rangkaian ibadah jamaah. Pastikan niat jamaah semata-mata karena Alllah SWT.Untuk mencari Ridha-NYA. Sebagai tamu Allah SWT jauhkanlah niat dari sekedar pamer,pujian atau hanya untuk berlibur. Rukun kedua yakni tawaf atau mengelilingi Baitullah Ka’bah sebanyak tujuh kali.

Saat tawaf, jamaah harus menempatkan diri di sisi kiri Ka’bah di dimulai dari Hajar Aswad. Rukun umrah yang ketiga adalah Sai yaitu mengembara tujuh kali antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah. Syarat Sai harus dimulai dari Bukit Safa dan berakhir di Bukit Marwah. Rukun umrah yang keempat adalah tahalul. Dalam hal ini, dianjurkan untuk pria mencukur habis rambutnya, sedangkan wanita lebih baik memotongnya pendek atau sebagian.

Sedangkan rukun umrah yang terakhir adalah melaksanakan semua rukun umrah di atas secara berurutan, memprioritaskan rukun yang harus didahulukan dan menyelesaikan rukun yang harus diselesaikan.

Di Masjid Nabawi – Madinah jamaah berkesempatan untuk mengunjungi Raudhah, yang sering disebut sebagai “Taman Surga”, salah satu tempat paling istimewa di Masjid Nabawi. Tempat ini memiliki sejarah mendalam yang berkaitan dengan kehidupan Nabi Muhammad SAW. Keistimewaan Raudhah dipercaya sebagai lokasi mustajab untuk doa yang dipanjatkan. Raudhah adalah area kecil di dalam Masjid Nabawi yang terletak di antara mimbar Nabi Muhammad SAW dan makamnya. Tempat ini sangatlah mulia sehingga disebut sebagai taman surga, sebagaimana sabda Rasullulah SAW yang artinya:“Apa yang ada di antara rumahku dan mimbarku adalah salah satu taman dari taman-taman surga” (HR. Bukhari dan Muslim).

Secara fisik, Raudhah memiliki ukuran 22 meter x 15 meter atau sekitar 330 meter persegi. Raudhah ditandai dengan karpet hijau yang membedakannya dari area lain di Masjid Nabawi yang menggunakan karpet merah. Untuk masuk Raudhah jamaah dapat memanfaatkan aplikasi Nusuk yang menggunakan teknologi geolokasi untuk memverifikasi kedekatan lokasi pengguna sebelum memberikan akses ke layanan fast track. Artinya, hanya jamaah yang tinggal di dekat Masjid Nabawi yang dapat memanfaatkan proses pemesanan cepat ini.

Orang-orang yang berada di luar Madinah atau yang mencoba memesan dari jarak jauh atas nama orang lain tidak akan memenuhi syarat untuk reservasi jalur cepat. Bagi jamaah yang ingin memesan kunjungan pertama mereka atau mereka yang telah melewati masa tunggu 365 hari, sistem pemesanan standar tetap tersedia dan dapat diakses sebelum bepergian ke Arab Saudi atau dengan bantuan dari seseorang di luar Madinah.

Masjid Nabawi, terletak di pusat kota Madinah, bukan hanya menjadi salah satu masjid terbesar di dunia tetapi juga merupakan tempat suci kedua bagi umat Islam setelah Masjidil Haram. Setiap tahun, jutaan jamaah dari berbagai belahan dunia datang untuk melaksanakan ibadah di sini.

Dengan area yang begitu luas dan kompleks, penting bagi jamaah untuk mengetahui gerbang mana yang harus digunakan agar tidak tersesat. Warna dan nomor Pintu Gerbang Masjid Nabawi Masjid Nabawi memiliki 69 gerbang yang masing-masing diberi warna dan nomor untuk memudahkan navigasi para jamaah. Gerbang warna Ungu ( 309) gate ini terletak di arah timur laut, di sebelah kanan hadapan imam. Ini adalah satu-satunya gerbang yang berwarna ungu dan dekat dengan Masjid Ghamamah dan Masjid Abu Bakar.

Gerbang warna Orange ( 310-326) gerbang ini terletak di sisi timur, di samping kanan masjid. Gerbang ini mengarah ke Pasar Bilal dan Taman Saqifah bani Saidah. Gerbang warna Merah ( 328-338) gerbang ini terletak di sisi selatan, tepat di bagian belakang masjid, mengarah ke pertokoan, pusat perbelanjaan, dan perhotelan. Banyak di antaranya sering diinapi oleh jamaah asal Indonesia. Pintu 338 pintu romantis tempat ketemuan. Gerbang warna Biru ( 340-364) berlokasi di sisi barat, di sebelah kiri imam.

Gerbang ini berdekatan dengan area pemakaman Baqi’ atau Jannatul Baqi’, tempat para jamaah bisa berziarah ke makam keluarga dan sahabat Nabi Muhammad SAW. Area ini biasanya dijadikan tempat berkumpul jamaah Indonesia yang akan memasuki Raudhah dengan tasreh (surat keterangan izin masuk ke Raudhah di Masjid Nabawi yang perlu dimiliki oleh jamaah ). Gerbang warna Hijau ( 301-308, 365-369) terletak di sisi utara, dekat dengan makam Rasulullah SAW. Gerbang ini sering digunakan oleh jamaah yang ingin berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, mengetahui gerbang yang tepat juga memudahkan jamaah untuk kembali ke penginapan atau berkumpul dengan rombongan mereka setelah melaksanakan ibadah. Untuk menghindari tersesat di sekitar Masjid Nabawi , jamaah dapat memanfaatkan Google Maps atau Waze Manfaatkan peta Google Masjid Nabawi atau tandai lokasi melalui peta digital di ponsel jamaah.

Masjidil Haram sendiri juga memiliki jumlah pintu yang banyak dengan namanya masing-masing. Total keseluruhan, pintu Masjidil Haram ada sekitar 120 gerbang atau pintu. Akan tetapi dari banyaknya pintu di masjidil Haram, ada 45 gerbang atau pintu biasa yang dibuka selama 24 jam sehari dan juga lima gerbang atau pintu masuk utama.Bagi jamaah yang ingin langsung ke area Mataf atau Ka’bah, ada pintu favorit yang bisa dipilih: Gerbang Raja Fahd, Gerbang Raja Abdulaziz, dan Ruang Bawah Tanah Al-Salam.

Dari titik-titik ini, jamaah bisa lebih cepat mencapai area tawaf.Jamaah Indonesia biasanya akrab dengan pintu Safa–Marwah (20–25). Lima gerbang utama tetap jadi titik acuan paling populer dan mudah dikenali oleh jamaah. Seiring berjalannya waktu, masjid ini berkembang, dan kini memiliki 210 gerbang, yang masing-masing dinamai berdasarkan tokoh, tempat, atau peristiwa penting dalam Islam.

Dari 45 gerbang atau pintu yang perlu jamaah ketahui, berikut dua contoh : gerbang Bab Malik / Raja Abdul Aziz – ( 01) Bab Malik, juga dikenal sebagai Gerbang Raja Abdul Aziz, baru-baru ini mengalami transformasi modern. Berbeda dengan gaya masjid tradisional, gerbang ini memiliki desain persegi dan kontemporer, berbeda dari tampilan pendahulunya yang dipengaruhi arsitektur Ottoman. Dirancang khusus untuk aksesibilitas, Bab Malik menyediakan akses langsung ke area Mataf luar bagi penyandang disabilitas dan pengguna kursi roda dan Bab Al-Fahad – ( 79) Bab Al-Fahad adalah gerbang tiga portal yang dibangun selama perluasan kedua Arab Saudi.

Dinamai sesuai nama Raja Fahad, gerbang ini menyediakan akses langsung ke area salat luar bagian timur masjid, sehingga memudahkan akses masuk bagi para jamaah. Gerbang atau pintu nomor 79 relatif dekat menuju Ka’bah dan jalur paling cepat ke tempat thawaf. Oleh karena itu selama jamaah berada di Madinah dan Makkah kiranya waktu dan kesempatan itu dengan memanfatkan shalat sesuai dengan sabda Rasulullah SAW : “Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih baik dari seribu kali sholat di masjid lainnya kecuali di Masjidil Haram, Makkah, dan shalat di Masjidil Haram lebih baik dari 100.000 (seratus ribu) shalat di masjid lainnya.” (HR Ibnu Majjah).

Pelaksanaan umrah 2025 terdapat perbedaan dibanding ketika penulis melaksanakan ibadah haji sepuluh tahun lalu dan umrah terpisah lima tahun lalu melalui travel atau PPIU. Saat ini Kementerian haji dan umrah Arab Saudi pada 20 Agustus 2025, sudah meluncurkan platform Nusuk Umrah. Platform ini memungkinkan jamaah asing memesan layanan umrah termasuk visa sesuai keinginan. Calon jemaah bisa mendaftar umrah mandiri dan memesan paket di https://umrah.nusuk.sa.

Pemerintah Arab Saudi telah mempermudah akses visa melalui system elektronik (e-Visa) yang dapat diajukan secara mandiri atau melalui platform resmi yang ditunjuk. Ini menghilangkan keharusan melalui agen perjalanan sebagai sponsor visa. Dengan visa ini memungkinkan jamaah untuk masuk ke Arab Saudi, melaksanakan umrah dan melakukan perjalanan wisata di seluruh wilayah Kerajaan Arab Saudi selama masa berlaku visa. Dengan menggunakan aplikasi Nusuk bagi jamaah dapat dijadikan sarana izin masuk ke masjidil Haram dan Raudhah termasuk pemesanan akomodasi hotel.

Dengan menggunakan aplikasi Nusuk jamaah sepenuhnya memegang kendali atas jadwal keberangkatan,durasi perjalanan,pilihan maskapai,rute perjalanan, jenis dan lokasi hotel juga agenda ziarah. Jadi jamaah dapat menyesuaikan perjalanan dengan preferensi (pilihan) pribadi ,kondisi fisik dan kemampuan keuangan. Dengan mengurus sendiri setiap komponen perjalanan ,jamaah dapat mencari penawaran terbaik ( memanfaatkan promo) dan menghilangkan biaya perantara.

Mengutip panduan Umrah Mandiri 2025 karya Tim Hafsiya Store kiranya dapat dijadikan panduan bagi jamaah umrah baik tahun 2025 atau tahun selanjutnya. Dengan pengurusan secara mandiri akan memperkuat kemandirian dan koneksi pribadi jamaah dengan perjalanan umrah ini. Jamaah akan terbiasa dengan aplikasi digital Nusuk.

Tantangan akan muncul pada saat jamaah mengurus dokumen,pemesanan hingga penanganan masalah di lapangan yang selama ini menjadi wilayah travel perjalanan. Jamaah dituntut aktif memantau situasi resmi dan aplikasi menghadapi perubahan informasi dan memerlukan pentingnya validasi silang. Di lapangan akan ditemui hambatan bahasa meskipun banyak orang Arab Saudi bisa Inggris namun jamaah dituntut kemampuan berbahasa Arab dasar atau memiliki penerjemah/mutawwif.

Jangan kuatir kalau berbelanja di toko di Medinah dan Makkah banyak pedagang bisa berbahasa Indonesia. Tantangan lainnya jamaah umrah mandiri dituntut manajemen waktu terukur dan perencanaan yang matang. Tantangan lainnya risiko penawaran atau informasi yang tidak akurat atau palsu relative tinggi untuk itu jamaah wajib memverifikasi dari sumber resmi. Sebagai jamaah umrah mandiri seperti diutarakan diawal.

Jamaah wajib memiliki paspor yang masa berlaku minimal 6 bulan terhitung sejak tanggal keberangkatan ke Arab Saudi. Jika kurang dari itu segera lakukan perpanjangan. Setelah itu lakukan pemesanan tiket pesawat sebagai satu komponen biaya terbesar dan perlu direncanakan dengan cermat.

Pertimbangkan maskapai dengan reputasi baik yang melayani rute ke Jeddah (JED) atau Madinah (MED) , misalnya Saudi Arabian Airline, Emirates, Qatar Airways. Turkish Airlines, Malaysia Airlines , Garuda Indonesia, dan lainnya. Apabila memilih rute langsung ,memang paling nyaman dan efisien waktu namun biayanya lebih mahal. Apabila memilih rute transit, umumnya lebih murah,namun perlu diperhatikan durasi transit dan bandara transitnya. Pilih transit yang tidak terlalu lama dan di bandara yang memiliki fasilitas memadai. Disarankan untuk pemesanan tiket dilakukan 3 – 6 bulan sebelum keberangkatan akan memberikan harga terbaik dan biasanya banyak tiket promo. Untuk itu hindari pemesanan tiket musim ramai ( high season) saat musim haji ( tahun 2026 dimulai 18 April ), umrah ( Ramadhan, libur sekolah atau musim dingin) .Pilih keberangkatan di usim sepi (low season) untuk harga yang lebih hemat.

Dalam memilih bandara kedatangan, pilihlah Jeddah ( King Abdulazis Int Airport-JED) karena lebih dekat ke Makkah. Jika mendarat di Jeddah lalu ke Makkah maka miqat (tempat-waktu yang ditentukan untuk mulai mengerjakan ibadah umrah ) di pesawat ketika diatas Yalamlam. Jamaah Indonesia yang mengambil miqat nantinya, kru pesawat akan memberitahukan jika pesawat akan melintas di Yalamlam.Saat itu niat umrah dan ganti kain ihram. Dari Jeddah ke Makkah jamaah dapat memilih taksi dengan biaya kurang lebih SAR 100 ( Rp 400 ribu), tergantung layanan yang jamaah pilih. Disarankan setelah selesai di Makkah selanjutnya menuju Madinah menggunakan kereta api cepat (Haramain High Speed Railway) sekitar Rp 1,5 juta dengan ketentuan travel bag yang dibawa ukuran T=65 cm, Lebar = 55 cm dan tebal : 35 cm , berat maksimal 25 kg , bila lebih dari itu koper tidak boleh masuk dan dikirim via kargo dengan biaya sendiri .Ini pasti merepotkan jadi bila naik kereta ini pastikan koper jamaah sesuai ketenuan. Untuk pesan tiket melalui aplikasi HHR Train.

Apabila jamaah memilih kedatangan bandara di Madinah ( Prince Mohammad bin Abdul aziz Int Airport-MED) akan lebih dekat ke Madinah. Jika jamaah ingin memulai umrah dari Madinah sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah maka mampir dulu ke Dzulhulaifah/Bir Ali untuk ambil Miqat. Dalam buku Semua Bisa Dengan Umrah Mandiri karya Yuni Sandrawati & Imam Sudjudi dijelaskan trik mendapatkan tiket promo dengan cara : Buka aplikasi Skyscanner.co.id, lalu pilih tiket pesawat klik Multikota, pilih negara keberangkatan dan tujuan,sesuaikan tanggal keberangkatan dan kepulangan yang direncanakan, melalui aplikasi Skyscanner bisa mendapatkan pilihan terbaik dengan harga termurah.

Ada waktu terbaik untuk mendapatkan tiket pesawat dengan harga murah yakni harga terbaik untuk check-out pada hari dan jam terbaik untuk check-out pembelian tiket yakni hari Selasa ( jam 11.00 dan 23.00 WIB), Rabu ( jam 01.00 , 06.00 dan 24.00 WIB) dan Sabtu ( jam 17.00 WIB). Sedangkan bulan terbaik check-out pembelian tiket yakni Januari s/d April, September s/d November). Sebagai catatan gunakan mode incognito/private browsing saat mencari tiket biasanya terdapat penambahan diskon harga tiket lebih murah 15%. Selanjutnya dalam pemesanan hotel dapat dilakukan melalui aplikasi Nusuk atau alternatif lain dengan catatan prioritaskan hotel yang dekat dengan masjidil Haram untuk memudahkan akses salat lima waktu dan tawaf. Juga pertimbangkan jarak berjalan kaki atau ketersediaan bus ( shuttle) hotel.

Juga dalam memilih hotel di Madinah pilih hotel yeng dekat dengan masjid Nabawi,terutama bagi jamaah wanita yang ingin rutin ke Raudhah yakni dekat dengan pintu gerbang wanita ( gate 25 atau 28) .Untuk mencari harga terbaik jamaah dapat menggunakan platform pemesanan hotel umum misalnya Booking .com, Agoda, Traveloka sebagai referensi harga dan pilihan. Bandingkan dan perhatikan teliti fasilitas yang disediakan seperti Wi-fi, sarapan, jarak ke masjid dan transportasi.Apabila jamaah akan pesan hotel melalui aplikasi Nusuk bisa dilakukan apabila jamaah memiliki nomor visa aktif bisa langsung log in ke aplikasi Nusuk.

Pilih layanan akomodasi atau book accomodation. Cari hotel pilih Makkah atau Madinah.Tanggal check – in dan check – out sesuaikan dengan rencana perjalanan umrah jamaah. Lalu telusuri pilihan hotel , pilih hotel dan detail kamar. Isi data tamu sesuai paspor dan lakukan pembayaran ( via kartu kredit atau debit internasional -visa -mastercard). Setelah pembayaran berhasil jamaah akan menerima konfirmasi pemesanan hotel yang terhubung dengan profil visa jamaah.

Aplikasi Nusuk belum ada yang berbahasa Indonesia sehingga cukup menyulitkan namun masih tertolong ada bahasa Inggrisnya. Perlu jamaah ketahui proses pengurusan visa dan siskopatuh wajib dilakukan diawal setelah paspor selesai. Visa umrah elektronik (e-visa) dan visa turis dengan izin umrah adalah dua jenis visa paling umum dan relevan digunakan. Untuk kelengkapan visa jamaah diminta menyiapkan paspor asli, foto berwarna terbaru ukuran 4 X 6 cm dengan latar belakang putih dan wajah harus tampak jelas 80 % tanpa kacamata hitam atau penutup kepala selain untuk alasan keagamaan yang tidak menutup wajah, KTP asli, Kartu Keluarga Asli dan bagi anak dibawah umur menyertakan akta kelahiran anak asli, sertifikat vaksinasi internasional (ICV/Kartu Kuning) bukti jamaah telah mendapatkan vaksinasi wajib yakni meningitis dan folio , konfirmasi pemesanan tiket pesawat pulang-pergi , konfirmasi pemesanan hotel di Makkah dan Madinah dan asuransi perjalanan.

Baiknya pengurusan visa dilakukan sekira 2-4 bulan sebelum tanggal berangkat .Di Indonesia salah satu penyedia layanan aplikasi visa resmi yakni VFS ( Visa Facility Services) Tasheel, untuk Bandung dan sekitarnya ada di jalan Naripan 89 Bandung, setelah dicek ke lokasi ternyata sudah pindah. Jangan mudah tergoda bila ada penawaran terlalu murah dan tidak jelas. Selain itu jemaah juga bisa mengurus visa melalui agen resmi Penyedia Jasa Visa Berlisensi yakni PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah). Banyak PPIU sudah terintegrasi dengan SISKOPATUH ( Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus) Kemenag RI.

Meskipun jamaah umrah mandiri, kemungkinan besar jamaah dengan visa umrah tetap dianjurkan terdaftar dalam SISKOPATUH. Dibawah ini contoh biaya umrah mandiri pada tahun 2025 untuk perjalanan 11 (sebelas) hari kalender. Silahkan para jamaah untuk menganalisa dan membandingkan. Wallahu a’lam bishawab.

* Penulis Dede Supriatna Alumni Tahassush Kulliyatil Muballighin Assyakur Angkatan 31/2023 dan
lulusan Magister Ekonomi Pembangunan FEB UGM .

Pos terkait