SATUMEDIA.ID – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) terus memperkuat layanan digital bagi pengguna Kereta Cepat Whoosh. Mulai 17 Desember 2025, KCIC menghadirkan fitur pembatalan tiket secara online melalui kanal digital resmi, yakni Tiket.com dan Traveloka.
Melalui fitur ini, penumpang yang membeli tiket Whoosh di kedua platform tersebut kini dapat mengajukan pembatalan tiket secara langsung tanpa perlu datang ke stasiun. Langkah ini diharapkan memberikan kemudahan sekaligus fleksibilitas lebih bagi penumpang dalam mengelola rencana perjalanan.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, pengembangan layanan digital tersebut didorong oleh tren peningkatan signifikan transaksi online oleh penumpang Whoosh.
“Peningkatan pemanfaatan transaksi online menunjukkan bahwa penumpang semakin mengandalkan layanan digital dalam merencanakan perjalanan. KCIC merespons hal ini dengan menghadirkan layanan yang memudahkan penumpang dalam mengelola tiket, termasuk pembatalan secara online,” ujar Eva, Selasa (17/12/2025).
Menurut Eva, kolaborasi dengan Tiket.com dan Traveloka merupakan bagian dari strategi KCIC untuk memperluas jangkauan layanan digital sekaligus mendekatkan kemudahan akses kepada masyarakat. Penguatan kolaborasi ini juga sejalan dengan komitmen KCIC dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang modern dan berorientasi pada kebutuhan pengguna.
Selain melalui mitra penjualan, fitur pembatalan tiket secara online juga telah tersedia di Aplikasi Whoosh. Penumpang dapat mengajukan pembatalan tiket hingga dua jam sebelum jadwal keberangkatan. Aplikasi ini juga menyediakan fitur penjadwalan ulang (reschedule) tiket secara online yang dapat diakses hingga lima menit sebelum keberangkatan.
“Hadirnya layanan pembatalan dan reschedule secara online ini bertujuan memberikan kemudahan, fleksibilitas, dan kepastian layanan bagi penumpang, sehingga seluruh proses pengelolaan perjalanan dapat dilakukan secara digital, praktis, dan efisien, terutama pada periode dengan mobilitas tinggi seperti libur akhir tahun,” kata Eva.
KCIC mencatat, penguatan transformasi digital ini sejalan dengan lonjakan transaksi online. Sejak dilakukan sosialisasi peralihan ke transaksi digital pada Oktober 2025, porsi transaksi online meningkat signifikan. Pada September, transaksi online tercatat sebesar 68,18 persen, lalu naik menjadi 86,51 persen pada November atau tumbuh sekitar 18,32 persen. Sebaliknya, transaksi offline menurun dari 31,82 persen menjadi 13,49 persen.
Ke depan, KCIC memastikan akan terus melakukan evaluasi dan pengembangan layanan berbasis digital untuk meningkatkan kemudahan, fleksibilitas, serta kenyamanan perjalanan dengan Whoosh, seiring dengan kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang.*



