SATUMEDIA.ID – Tingkat hunian kamar Terminal Wisata Grafika Cikole (TWGC) Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai menunjukkan peningkatan signifikan menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Hingga Rabu (17/12/2025), okupansi tercatat mencapai 63 persen dan diperkirakan terus bertambah hingga puncak musim liburan.
Head Marketing TWGC Lembang Herdiawan Septiazi mengatakan, capaian tersebut sudah melampaui tren pemesanan pada periode yang sama tahun lalu. Wisatawan yang sudah booking didominasi dari Jabodetabek.
“Masih ada waktu sekitar dua pekan lagi. Melihat grafik pemesanan yang terus naik, kami optimistis okupansi bisa penuh saat libur Nataru nanti,” kata Herdiawan.
Ia menjelaskan, pemesanan kamar untuk periode libur akhir tahun kali ini sudah terjadi sejak jauh hari. Hingga pertengahan Desember, lebih dari separuh kamar telah terjual untuk periode Natal dan Tahun Baru.
Untuk mendongkrak minat wisatawan, TWGC menghadirkan rangkaian acara bertema keluarga, salah satunya parade kostum Hutan Mycelia yang mengusung cerita peradaban jamur dengan konsep edukatif dan hiburan bagi anak-anak.
“Target utama kami memang keluarga. Anak-anak jadi daya tarik awal, lalu orangtua akan ikut menikmati suasana alam di sini,” ujarnya.
Parade tersebut dijadwalkan berlangsung pada 20, 21, dan 24–28 Desember 2025, serta berlanjut pada 31 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Selain parade, TWGC juga menyiapkan kejutan berupa kado dari Santa Claus bagi tamu yang menginap pada 24–31 Desember.
“Kado akan diantar langsung ke kamar pada malam hari. Ini salah satu pengalaman yang ingin kami berikan agar liburan lebih berkesan,” kata Herdiawan.
Dari sisi tarif, TWGC menerapkan harga kamar yang relatif stabil selama periode libur Natal. Untuk tanggal 24–30 Desember, tarif kamar dipatok Rp 2 juta per malam, baik untuk kapasitas empat maupun enam orang. Harga tersebut naik menjadi Rp 2,2 juta khusus pada malam pergantian tahun.

Menurut Herdiawan, strategi harga flat dan promosi yang dilakukan sejak dua bulan lalu cukup efektif menarik minat wisatawan. Promosi disebarluaskan melalui media sosial serta siaran radio.
Selain penjualan langsung, TWGC juga bekerja sama dengan Online Travel Agent (OTA) dengan membuka kuota kamar terbatas setiap harinya. Konten wisatawan di media sosial, terutama TikTok, turut memberi dampak positif terhadap tingkat kunjungan.
“Banyak tamu yang membagikan pengalamannya secara sukarela. Itu sangat membantu meningkatkan awareness,” ujarnya.
Untuk sebaran pengunjung, TWGC mencatat wisatawan Desember ini mayoritas berasal dari Jawa Tengah. Namun, dalam beberapa hari terakhir, pemesanan dari wilayah Jabodetabek meningkat seiring dimulainya libur sekolah.
Herdiawan menambahkan, kamar untuk periode 24–26 Desember hampir dipastikan penuh, sementara tanggal 29–31 Desember masih tersedia namun diperkirakan segera terisi. Sejumlah agenda retreat dari instansi pemerintah juga ikut mendongkrak okupansi.
“Tahun lalu okupansi hanya berhenti di angka 68 persen. Dengan tren saat ini, kami optimistis bisa mencapai okupansi maksimal pada libur akhir tahun,” pungkasnya.*


