SATUMEDIA.ID – Sayup-sayup gema adzan Subuh bergema di kawasan hotel Lembah Hijau mengingatkan tamu beragama Islam untuk segera ke Masjid Al-Kautsar. Ini pengalaman pertama saat liburan dari 16 sampai 18 Januari 2026 lalu.
Melalui website www.lembahhijauhotelresort.com menyusuri lokasi resort hotel yang bernama Lembah Hijau ternyata mudah sekali kalau dari arah Puncak Bogor berada di sebelah kanan dan dari Cipanas Cianjur berlokasi di sebelah kiri.
Memasuki Lembah Hijau dari jalan utama akan disuguhi jalan menurun namanya jalan Parabon sejauh kurang 700 meter, jalan mulus dilengkapi guardrail pengaman dari resiko masuk parit.
Hotel Lembah Hijau ini persis dikaki gunung Gede Pangrango, terletak di Ciloto kabupaten Cianjur. Gunung Gede dan Gunung Pangrango adalah dua gunung yang berdampingan . Ini membawa berkah tersendiri bagi hotel karena sumber air untuk hotel dan lainnya bersumber dari mata air pegunungan, yang kemudian ditampung diproses kemudian didistribusikan pada setiap kamar hotel.
Di gerbang utama komplek disambut sekuriti ramah dan kami langsung disergap suhu udara pegunungan berkisar 18- 19 derajat dan karena masih pagi masih ada sisa-sisa kabut persis saat berada di Puncak- Bogor. Dari leafleat Lembah Hijau luas areal komplek lebih dari 11 hektare, dilengkapi bungalow dan hotel lebih dari 150 kamar. Cocok buat rombongan besar atau individu untuk menginap dan menikmati alam segar pegunungan.
Soal sarana prasarana sekelas Lembah Hijau dilengkapi lapang bulu tangkis dan volley ball indoor /outdoor, gym, swimming pool, futsal, jogging track,traditional games,lapang tenis, billiard, fishing, memanah, coffee Hedjo , Aviary ( bersisi berbagai ragam burung) , Green House (aneka bunga) dan yang gemar menyanyi tiap malam tersedia organ tunggal dan karaoke.

Tersedia juga untuk meeting room dengan nama gunung Papandayan, gunung Salak, gunung Merapi, gunung Dieng dan Pangrango Conference Room. Tersedia price per person untuk package group meeting untuk week day ( Sunday-Thursday) dan week end ( Friday, Saturday/holiday) harga bervariasi namun tetap kompetitif.
Apabila malam tiba walaupun dingin menyergap tubuh Anda aktifitas dapat dimulai dengan bernyanyi ria di restoran , BBQ dengan order tersendiri di samping vila atau bungalow dan begadang jalan malam sambil bakar jagung.
Tagline Lembah Hijau adalah sensasi panorama alam pegunungan yang langka, itu terjawab setelah jogging mengelilingi areal Lembah Hijau sembari jalan pagi mulai dari kolam pancing langsung memotong lapang tenis naik ke golf menuju driving range menanjak ke atas dan memutar lapang golf terus menyusuri hutan alam taman nasional gunung Gede Pangrango sambil menikmati koleksi bunga dan tumbuhan sepanjang jalur itu.
Jangan lupa jacket selalu dikenakan karena suhu udara di areal itu sering berubah dan bersyukur kalau tidak turun hujan.Apalagi bulan Januari- Februari curah hujan relatif tinggi disertai angin.
Peluh keringat mulai muncul dan hawa segar menyertai perjalanan mengelilingi Lembah Hijau. Setelah dari driving golf range dan hutan tadi, ditanggung perut Anda mulai keroncongan. Sudah saatnya breakfast di restoran Hedjo Lembah Hijau dengan aneka ragam menu unggulan dan bagi perokok tersedia ruang terpisah menghadap ke lereng bukit yang terletak di hutan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
Sebaiknya bila ke Lembah Hijau minimal menginap dua hari karena banyak objek dan spot-spot yang dapat dikunjungi selain menikmati suhu 18 derajat. Bagi penggemar memanah tersedia tempat untuk menunjukkan kebolehan Anda, ada juga sepeda gunung.
Masya Allah, takjub akan ciptaan-NYA -pemandangan alam begitu indah dan panorama mempesona. Datanglah ke Green House Lembah Hijau tempat pembibitan bunga sekaligus melihat koleksi ragam bunga yang ada.*
*Penulis Dede Supriatna mantan pekerja Bank BRI dan lulusan Magister Ekonomi Pembangunan FEB UGM