SATUMEDIA.ID – Senegal kembali menegaskan dominasinya di Afrika. Singa Teranga resmi keluar sebagai juara Piala Afrika setelah menundukkan tuan rumah Maroko dalam final penuh drama yang harus ditentukan hingga babak perpanjangan waktu. Di hadapan publik yang memadati stadion, Senegal tampil matang, tenang, dan menunjukkan mental juara sejati untuk mengunci gelar kontinental kedua mereka.
Maroko sebenarnya tampil agresif dan terus menekan sepanjang laga, terutama di momen-momen krusial. Namun, solidnya pertahanan Senegal serta pengalaman bermain di laga besar membuat setiap upaya Atlas Lions mentah di kaki lini belakang lawan. Disiplin, organisasi permainan, dan kesabaran menjadi kunci Senegal meredam tekanan tanpa henti dari tuan rumah.
Memasuki menit-menit akhir extra time, pertandingan berjalan semakin panas dan emosional. Kedua tim terlibat duel keras, kartu kuning bermunculan, dan peluang emas hadir silih berganti. Senegal hampir memastikan kemenangan lebih cepat lewat Cherif Ndiaye, namun penyelamatan gemilang kiper Maroko menjaga asa tuan rumah tetap hidup. Di sisi lain, Maroko terus mengandalkan bola mati, tetapi Edouard Mendy tampil luar biasa di bawah mistar.
Ketika peluit panjang akhirnya dibunyikan, Senegal berdiri tegak di puncak Afrika. Keberhasilan ini menegaskan era emas Singa Teranga sebagai kekuatan utama sepak bola benua hitam. Maroko harus puas sebagai runner-up, sementara trofi kembali dibawa ke Dakar, menjadi simbol kejayaan, kerja kolektif, dan mental baja Senegal di panggung terbesar Afrika.*




