SATUMEDIA.ID – Kecelakaan lalu lintas kembali menelan korban jiwa di Jalan Terusan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Rabu (4/2/2026) sore. Kondisi jalan yang berlubang dan tidak rata diduga menjadi salah satu faktor penyebab insiden tragis tersebut.
Peristiwa terjadi di depan Kantor Pos Dayeuhkolot. Korban yang diketahui merupakan warga Cangkuang Wetan, Kecamatan Dayeuhkolot, meninggal dunia di lokasi kejadian setelah terlibat kecelakaan dengan kendaraan tronton.
Ketua Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot, Tri Rahmanto, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut sekaligus mendesak adanya langkah konkret dari pemerintah provinsi.
“Atas nama pribadi dan masyarakat, saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” ujar Tri Rahmanto di Kantor Sekretariat Prima Citeureup, Kamis (5/2/2026).
Berdasarkan rekaman CCTV di sekitar lokasi, kronologis kejadian bermula ketika korban diduga menyalip kendaraan tronton dari sisi kiri. Saat melintas di bagian pinggir jalan yang berlubang dan tidak rata, korban kehilangan kendali, terpeleset ke arah kanan, lalu tertabrak tronton tersebut.
Insiden ini kembali menyoroti kondisi ruas Jalan Terusan Dayeuhkolot yang dinilai rawan kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua. Tri menyebut kecelakaan serupa telah berulang kali terjadi di titik depan Kantor Pos hingga kawasan Ria Busana.
Ia menegaskan, ruas jalan tersebut berada di bawah kewenangan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, bukan Dinas PUTR Kabupaten Bandung. Karena itu, pihaknya mendesak pemerintah provinsi segera turun tangan melakukan perbaikan.
“Kami berharap ada perhatian serius dan langkah nyata dari Bina Marga Provinsi Jawa Barat. Perbaikan harus segera dilakukan agar risiko kecelakaan dapat ditekan. Jangan sampai ada korban berikutnya,” tegasnya.
Selain kondisi jalan yang rusak, lokasi tersebut juga kerap tergenang banjir saat hujan, sehingga memperbesar potensi bahaya bagi pengguna jalan. Pentahelix pun mendorong adanya penanganan komprehensif, tidak hanya perbaikan jalan, tetapi juga pembenahan sistem drainase di kawasan tersebut.*




