Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadhan, Bandung Barat Perkuat Sinergi di Forum TPID Jabar

Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail saat menghadiri Pasamoan Agung (High Level Meeting) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Jawa Barat yang digelar di Alun-Alun Kuningan, Kamis (5/2/2026). (Dok.Prokompim KBB).**

SATUMEDIA.ID – Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail menyampaikan, sinergi antar daerah menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas harga, terutama menjelang Ramadhan dan Idul Fitri yang biasanya diiringi peningkatan konsumsi masyarakat.

“Koordinasi lintas sektor dan antar wilayah harus terus diperkuat agar ketersediaan pangan tetap terjaga dan harga tetap terkendali. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat siap berkolaborasi aktif untuk menekan laju inflasi,” ujar Asep Ismail saat menghadiri Pasamoan Agung (High Level Meeting) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Jawa Barat yang digelar di Alun-Alun Kuningan, Kamis (5/2/2026).

Ia menambahkan, digitalisasi melalui TP2DD menjadi langkah strategis dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih modern, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Kehadirannya mewakili Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, sekaligus menegaskan komitmen daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi melalui pengendalian inflasi dan percepatan transformasi digital.

Kegiatan yang dibuka Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan bersama jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat ini dihadiri kepala daerah serta pemangku kepentingan dari berbagai wilayah.

Mengangkat tema “Strategi Pengendalian Inflasi Menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri 2026 serta Percepatan Digitalisasi Daerah”, forum ini menjadi momentum penguatan koordinasi antar daerah dalam menghadapi potensi lonjakan harga menjelang periode hari besar keagamaan nasional.

Sejumlah strategi dibahas, di antaranya penguatan rantai pasok pangan, stabilisasi harga komoditas utama, serta optimalisasi peran TPID dalam menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan daya beli masyarakat.

Selain isu inflasi, percepatan digitalisasi transaksi keuangan daerah juga menjadi fokus utama. Transformasi digital dinilai mampu meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan, mempercepat layanan publik, sekaligus mendorong efisiensi belanja pemerintah daerah.

Melalui forum ini, Pemkab Bandung Barat berharap dapat mengadopsi berbagai strategi efektif dalam menghadapi dinamika ekonomi daerah sekaligus mendukung kebijakan provinsi dan nasional guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.*

Pos terkait