SATUMEDIA.ID – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, memastikan penyebab gangguan pencernaan yang dialami ratusan siswa SMAN 2 Kudus telah teridentifikasi.
Berdasarkan hasil uji laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, insiden tersebut dipicu oleh kontaminasi bakteri Escherichia coli (E-Coli) pada kuah soto yang disajikan dalam Program ,?Makan Bergizi Gratis (MBG).
Nanik menjelaskan, temuan laboratorium menunjukkan bakteri E-Coli terdeteksi pada kuah soto dan sambal yang dikonsumsi siswa. Hasil tersebut menjadi dasar bagi BGN untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program, khususnya pada aspek pengolahan dan distribusi makanan.
“Hasil uji laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menunjukkan adanya bakteri E-Coli pada kuah soto dan sambal. Temuan ini menjadi dasar kami dalam melakukan evaluasi dan perbaikan,” kata Nanik dalam keterangan resmi yang dikutip Sabtu (7/2/2026).
Selain pengujian sampel makanan, BGN juga melakukan investigasi terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari sebagai penyedia makanan. Dari hasil penelusuran, ditemukan bahwa dapur tersebut belum sepenuhnya memenuhi standar kelayakan, sanitasi, dan higiene pangan sesuai ketentuan.
Menurut Nanik, insiden ini menjadi momentum evaluasi bagi seluruh mitra penyedia makanan dalam program MBG di berbagai daerah. Ia menekankan bahwa keamanan pangan harus menjadi prioritas utama demi melindungi kesehatan siswa sebagai penerima manfaat program.
Sebagai langkah perbaikan, BGN akan memperketat pengawasan, meningkatkan pendampingan teknis, serta memastikan penerapan standar operasional prosedur (SOP) berjalan optimal di setiap dapur penyedia MBG. Langkah ini diharapkan mampu mencegah kejadian serupa di masa mendatang sekaligus menjaga kualitas program.
BGN menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi berkelanjutan agar pelaksanaan MBG tetap aman, berkualitas, dan sesuai tujuan dalam meningkatkan gizi anak-anak.*