Jelang Ramadan, Bupati Bandung Barat Ajak ASN Tingkatkan Integritas dan Etos Kerja

Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menghadiri Pengajian Rutin MUI KBB yang dirangkaikan dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan berlangsung di Masjid Ash Siddiq komplek perkantoran Pemkab Bandung Barat, Selasa (10/2/2026).(Dok.Prokompim KBB).**

SATUMEDIA.ID – Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menghadiri Pengajian Rutin Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bandung Barat yang dirangkaikan dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Asep Ismail serta jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di Masjid Ash Siddiq, komplek perkantoran Pemkab Bandung Barat pada Selasa (10/2/2026).

Dalam kesempatan itu, Jeje mengajak seluruh ASN menjadikan momentum Isra Mi’raj sebagai sarana introspeksi diri, khususnya dalam memahami makna shalat sebagai fondasi utama pembentukan karakter aparatur yang disiplin, jujur, dan bertanggung jawab.

Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah shalat selaras dengan prinsip kerja ASN, terutama dalam hal ketepatan waktu, konsistensi, serta integritas dalam menjalankan amanah jabatan.

“ASN harus menjadikan shalat sebagai inspirasi dalam bekerja, karena di dalamnya terdapat nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan keselarasan antara ucapan dan tindakan,” ujar Jeje.

Ia menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan secara profesional, baik kepada masyarakat maupun secara moral dan spiritual kepada Tuhan.

Jeje juga menyoroti pentingnya menghadirkan nilai agamis dalam setiap kebijakan dan pelayanan publik sebagai bagian dari visi pembangunan Bandung Barat Amanah. Ia berharap nilai religius tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar tercermin dalam etika kerja dan pelayanan kepada masyarakat.

Menjelang Ramadan, Bupati mengingatkan agar para ASN tetap menjaga produktivitas kerja. Ia menilai bulan puasa justru harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pengabdian serta memperkuat integritas sebagai pelayan publik.

Di akhir kegiatan, Jeje mengajak memperkuat sinergi antara ulama dan pemerintah daerah guna mendorong pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga memperhatikan kekuatan moral dan spiritual masyarakat.

Pengajian rutin ini diharapkan mampu memperkuat nilai keagamaan di lingkungan pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang berintegritas dan profesional.*

Pos terkait