Jembatan Alfian di Batujajar Terpaksa Diputus, Ini Alasannya

Jembatan Alfian yang menghubungkan antara Kecamatan Batujajar dengan Cihampelas, KBB untuk sementara diputus oleh pihak pengelola, Kamis (13/6/2024).(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Jagat media sosial dihebohkan kabar putusnya jembatan Alfian yang menghubungkan antara Kecamatan Batujajar dengan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Bagian tengah Jembatan Alfian atau dulunya lebih dikenal dengan Jembatan Jembalas tersebut putus. Di media sosial disebutkan “Jembatan Jembalas Putus Lagi”.

“Bukan terputus, tapi memang sengaja diputus untuk memberi ruang jalan sampah dan eceng gondok mengalir,” kata pengelola Jembatan Alfian, Gaston Barus
saat dikonfirmasi, Kamis (13/6/2024).

Ia menerangkan pemutusan jembatan bukan kali yang pertama dilakukan. Pernah beberapa kali dilakukan pada sampah dan eceng gondok mengalir ke hilir.

“Setiap hujan eceng gondok dan sampah terbawa hanyut dari daerah hilir. Agar tidak tertahan, makanya dilakukan pemutusan konstruksi atau fleksibel jembatan sepanjang 50 meter. Kalau tidak diputus malah membahayakan konstruksi jembatan karena bisa terdorong sampah,” tuturnya.

Mengenai sampai kapan pemutusan berlangsung, Gaston menerangkan sangat bergantung pada situasi dan kondisi.

“Bisa besok lusa kembali dibuka atau malah minggu depan. Semua bergantung pada situasi dan kondisi,” ujarnya.
Jembatan Alfian memiliki panjang 516 meter dan lebar 2,5 meter. Dibangun oleh warga dan diresmikan 18 Desember 2021 lalu. Menghabiskan biaya sekitar Rp1 miliar.

Jembatan yang diklaim sebagai jembatan apung terpanjang di Indonesia ini menggunakan material kayu trembesi, papannya memakai kayu mahoni yang dilapisi ban. Bagian bawahnya dipasang sekitar 1.000 drum plastik sehingga ketika air naik, jembatan ini mengapung.*

 

 

Pos terkait