SATUMEDIA.ID – Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengajak masyarakat bangkit dari duka pascabencana longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Ajakan itu disampaikan dalam rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi yang digelar pada Rabu (25/2/2026).
“Kita berkumpul di Desa Pasirlangu, di tempat yang beberapa waktu lalu diuji dengan musibah longsor. Rasa duka itu masih terasa, jejaknya masih ada, ceritanya masih hidup di hati banyak keluarga,” ujar Jeje di hadapan warga.
Ia mengaku mengikuti langsung proses penanganan sejak masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan. Dari sana, ia menyaksikan kegelisahan dan kesedihan warga yang terdampak. Namun, menurutnya, duka tidak boleh membuat masyarakat berhenti melangkah.
“Tidak semua kesedihan harus terus kita jaga. Kita yakin ini sementara. Dalam setiap langkah pemulihan, kita tidak pernah benar-benar sendiri,” katanya.
Jeje menegaskan, momentum Ramadhan menjadi penguat spiritual sekaligus sosial bagi warga Pasirlangu untuk kembali menata kehidupan. Bulan suci, lanjut dia, mengajarkan kesabaran, keteguhan, dan harapan.
“Insyaallah Pasirlangu akan pulih. Masyarakatnya akan kembali kuat, dan pemerintah akan terus hadir membersamai proses itu,” ucapnya.
Dalam Safari Ramadan tahun ini, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mengusung tema “Meneguhkan Nilai Amanah dalam Iman, Ibadah, dan Pelayanan untuk Bandung Barat yang Agamis dan Harmonis”.
Sejumlah bantuan juga disalurkan dalam kegiatan tersebut, di antaranya santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris, bantuan sosial, santunan bagi anak yatim dan dhuafa, bantuan sembako untuk anggota Linmas, hingga dukungan bagi DKM masjid.
Jeje menyebut berbagai bentuk kepedulian itu sebagai cerminan kekuatan sosial masyarakat Bandung Barat dalam menghadapi ujian.
“Ini wajah Bandung Barat yang sesungguhnya. Kebersamaan adalah kekuatan terbesar kita untuk bangkit,” ujarnya.
Ia juga menyinggung satu tahun perjalanan pemerintahan yang dipimpinnya. Menurut dia, berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan pelayanan publik, pemerataan pembangunan, menggerakkan ekonomi masyarakat, serta memperkuat kehidupan keagamaan.
Meski demikian, ia mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan. Karena itu, Safari Ramadhan dijadikan ruang silaturahmi sekaligus forum menyerap aspirasi langsung dari masyarakat.
“Mari jadikan Ramadan ini momentum memperkuat gotong royong dan rasa memiliki, khususnya dalam suasana pemulihan di Pasirlangu,” kata Jeje.*





