SATUMEDIA.ID – Bupati Bandung Dadang Supriatna menargetkan perluasan akses air layak minum bagi warga Kabupaten Bandung melalui penambahan 80.000 sambungan rumah Perumda Air Minum Tirta Raharja.
Hal itu disampaikannya saat melaksanakan Safari Ramadan 1447 Hijriah dan Tarawih Keliling (Tarling) ke-5 di Masjid Pondok Pesantren Miftahul Falah, Kampung Nengkelan, Desa Sindangsari, Kecamatan Paseh, Jumat (27/2/2026) malam.
Dadang menegaskan, pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Ia meminta masyarakat segera mengusulkan pembangunan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) apabila di wilayahnya masih terdapat sumber air yang tidak layak konsumsi.
“Kalau masih ada air yang tidak layak minum, segera usulkan agar dibangun SPAM. Kebutuhan air bersih harus terpenuhi,” ujarnya.
Menurut Dadang, saat ini jumlah sambungan rumah Perumda Air Minum Tirta Raharja baru mencapai 132.000. Pemerintah daerah menargetkan penambahan hingga 80.000 sambungan rumah pada tahun depan, sehingga totalnya mendekati 200.000 sambungan.
Dengan jumlah penduduk Kabupaten Bandung sekitar 3,8 juta jiwa atau hampir 1,5 juta kepala keluarga, cakupan layanan air bersih perpipaan masih berada di kisaran 10 persen.
“Kita dorong agar cakupan terus meningkat sehingga lebih banyak masyarakat menikmati air bersih yang aman dan sehat,” katanya.
Dalam kegiatan Safari Ramadhan tersebut, Dadang juga menyerahkan bantuan berupa sepeda motor roda tiga, Al Quran, dan sejumlah bantuan lainnya bagi pesantren dan masyarakat.
Kegiatan itu turut dihadiri Bunda Bedas Hj. Emma Dety Permanawati, Ketua DPRD Kabupaten Bandung Hj. Renie Rahayu Fauzi, Ketua MUI Kabupaten Bandung KH. Yayan Hasuna Hudaya, serta jajaran kepala perangkat daerah, camat, unsur TNI-Polri, kepala desa, dan tokoh masyarakat.
Dadang mengatakan Safari Ramadhan menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus menyampaikan capaian kinerja selama satu tahun masa jabatan periode 2025–2030 bersama Wakil Bupati Ali Syakieb.
Berdasarkan laporan Bapperida Kabupaten Bandung, visi-misi dan rencana aksi pemerintah daerah disebut telah terealisasi 74 persen.
“Capaian ini hasil kerja seluruh ASN, camat, kepala desa, dan masyarakat Kabupaten Bandung,” ujar Dadang.
Ia juga menyebut, berdasarkan Survei Penilaian Integritas (SPI) KPK RI, Kabupaten Bandung berada di peringkat pertama tingkat Jawa Barat dan keempat secara nasional dalam hal integritas dan tata kelola keuangan.
Dalam kesempatan itu, Dadang memaparkan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bandung. Pada 2021, IPM berada di angka 72, dan berdasarkan data BPS 2025 meningkat menjadi 75,58.
Peningkatan tersebut dipengaruhi tiga indikator utama, yakni kesehatan, pendidikan, dan daya beli masyarakat.
Rata-rata angka harapan hidup kini mencapai 75,70 tahun, didukung 62 puskesmas dan rencana pembangunan rumah sakit baru di Cimenyan.
Di sektor pendidikan, rata-rata lama sekolah meningkat dari 8,96 tahun pada 2020 menjadi 9,4 tahun pada 2025, antara lain melalui program BESTI (Beasiswa Ti Bupati) serta dorongan mengikuti PKBM bagi warga yang belum menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah.
Sementara itu, daya beli masyarakat tercatat Rp 11,63 juta per kapita per tahun.
Dadang juga menyinggung berkurangnya Transfer ke Daerah (TKD) sekitar Rp 1 triliun. Namun, ia menyebut program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan nilai Rp 5,4 triliun per tahun turut mendorong perputaran ekonomi.
Ia mengajak masyarakat menggalakkan Gerakan Tanami Halaman (Gertaman) guna menjaga ketahanan pangan keluarga.
Sebelum menghadiri Tarling di Paseh, Dadang melaksanakan Jumat Keliling di Masjid An-Nur serta meninjau Jembatan Pasigaran di Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot.(Advertorial).**


