SATUMEDIA.ID – Unggahan akun Instagram Sidak BGN yang menyebut foto menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa mie goreng dan pisang sebagai informasi tidak utuh memicu reaksi keras dari para orangtua siswa di SDN TKI, Kabupaten Bandung. Mereka menilai narasi tersebut justru memutarbalikkan fakta di lapangan.
Akun Instagram Sidak BGN sebelumnya mengunggah klarifikasi dengan judul “Foto Menu MBG Dipotong, Ayamnya Dihilangkan”. Dalam unggahan itu dijelaskan bahwa foto yang beredar di media sosial yang memperlihatkan menu MBG hanya mie goreng dan pisang disebut tidak lengkap karena bagian lauk ayam diduga tidak terlihat.
Dalam narasinya disebutkan bahwa menu yang dibagikan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bandung Margahayu Tengah 2 pada 5 Maret 2026 terdiri dari mie keriting goreng dengan sayur, ayam, dan pisang uli.
“Belakangan beredar foto yang menyebut menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah hanya berisi mie goreng dan pisang. Setelah ditelusuri, foto tersebut tidak utuh karena telah dipotong sehingga lauk ayam sebagai sumber protein tidak terlihat,” tulis akun Sidak BGN tersebut.
Unggahan itu juga menegaskan bahwa setiap temuan di lapangan akan ditindaklanjuti secara terbuka sebagai bagian dari evaluasi Program MBG. Masyarakat juga diimbau memeriksa informasi secara utuh dan tidak mudah mempercayai foto yang dipotong dari konteksnya.
Namun klarifikasi langsung diserbu warganet yang mengkritik pernyataan tersebut. Sejumlah orangtua murid mengaku menu yang diterima anak mereka memang hanya mie goreng dan pisang tanpa lauk ayam.
Salah satu komentar datang dari akun Instagram @uligemintang yang menulis, “Wah bahaya ini judul kontennya.”
Akun lain, @alilukmanulhakim, juga membantah narasi tersebut. “Woiii ini bukan Hoak , ini bener adanya. Anak saya yang dapat menu ini. GAK ADA AYAMNYA. BOLEH LANGSUNG TANYA KE SELEURUH ORTU MURID YANG MENERIMA MBG INI. SAYA PUNYA VIDEONYA,” tulisnya.
Komentar serupa juga disampaikan akun @dennafarayany yang mengklaim menu yang diterima siswa hanya mie dan pisang.
“Sidakna kamana heula?tuh SDN Taman kopo Indah saksina..aslina cmn mie tanpa toping, plus pisang. Nyari panggung nih yg nulis statement”.
Salah satu orangtua siswa, Dewi Astuti, mengaku kecewa dengan narasi yang disampaikan dalam unggahan tersebut. Menurutnya, klarifikasi yang disampaikan justru memicu emosi para orangtua.
“Faktanya memang hanya mie goreng dan pisang muli. Kok dibilang ada daging ayamnya? Ini sidaknya ke mana? Datang saja ke sekolah dan lihat langsung,” kata Dewi, Rabu (11/3/2026).
Ia menegaskan para orangtua tidak bermaksud menjatuhkan program MBG, melainkan berharap ada perbaikan jika ditemukan kekurangan di lapangan.
“Kami hanya meminta yang benar dikatakan benar dan yang salah dikatakan salah. Ini demi perbaikan bersama agar program yang baik ini tidak melenceng dari tujuan,” ujarnya.
Menurut Dewi, pihak penyedia layanan MBG di sekolah tersebut sebelumnya juga telah menyampaikan permintaan maaf kepada pihak sekolah.
Karena itu, ia berharap pihak terkait turun langsung ke sekolah untuk melihat kondisi sebenarnya.
“Kalau memang ingin mengetahui fakta, silakan datang ke sekolah. Kami para orangtua siap memberikan keterangan yang sebenarnya. Kami sangat menyayangkan, di saat pihak SPPG sudah mengakui dan meminta maaf. Eh, malah buat statemen seperti itu. Jadinya malah memancing emosi para orangtua,” tuturnya.*

