Menu MBG di SDN Taman Kopo Indah Kabupaten Bandung Tuai Kritik, SPPG Sampaikan Permohonan Maaf

Foto ilustrasi MBG.(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan kepada siswa di SDN Taman Kopo Indah (TKI), Kabupaten Bandung, menuai sorotan dari para orangtua murid. Menu yang hanya terdiri dari mie goreng dan satu buah pisang muli dinilai belum mencerminkan makanan bergizi seimbang bagi anak sekolah.

Orangtua siswa mempertanyakan kualitas serta komposisi menu yang dinilai tak layak untuk program pemenuhan gizi.

Kritik pun bermunculan, bahkan beberapa orangtua meminta pihak penyedia makanan melakukan evaluasi agar menu MBG ke depan lebih memperhatikan standar gizi bagi anak.

Menu MBG di SDN Taman Kopo Indah diketahui dipasok oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Margahayu Tengah 2. Menanggapi kritik yang berkembang, pihak SPPG akhirnya menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah dan orangtua siswa.

Permohonan maaf tersebut disampaikan melalui pesan di grup WhatsApp SDN Taman Kopo Indah. Dalam pesannya, pihak SPPG mengakui adanya kendala teknis yang menyebabkan menu yang disajikan tidak sesuai harapan.

Mereka menjelaskan, keterbatasan relawan di dapur menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi proses pengolahan dan persiapan makanan sehingga menu yang disajikan tidak optimal.

Selain itu, pihak SPPG juga menyebut makanan yang disiapkan merupakan olahan dapur yang dirancang agar tetap aman dan layak dikonsumsi hingga sore hari sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan nutrisi siswa.

SPPG turut menjelaskan bahwa pelibatan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) setempat dilakukan sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi lokal, sesuai dengan arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Terkait tidak adanya susu dalam menu, pihak SPPG menyatakan bahwa susu bukan komponen wajib dalam petunjuk teknis program MBG. Susu hanya bersifat pelengkap dengan kontribusi kalori yang relatif kecil.

Sebagai langkah perbaikan, pihak SPPG memastikan akan melakukan penyesuaian menu dalam waktu dekat.

“Untuk satu minggu ke depan, menu MBG akan disajikan dalam bentuk makanan kering,” tulis pihak SPPG dalam pesannya.

Program MBG sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan asupan gizi anak sekolah. Namun, kualitas menu yang disajikan menjadi faktor penting agar tujuan program tersebut dapat benar-benar memberikan manfaat bagi para siswa.

Berikut pernyataan maaf secara lengkap dari pihak SPPG, “Kami dari phak SPPG Margahayu Tengah 2 dengan ini menyampaikan permohonan maaf terkait menu yg disajikan dirasa kurang berkenan dikarenakan kendala Teknis internal dapur kurangnya relawan dibagian pengolahan dan persiapan sehingga mempengaruhi ketidaksesuaian menu yang disajikan”.

Selanjutnya, “Karena kami membuat makanan olahan yang awet dikonsumsi sampai sore guna untuk pemenuhan nutrisi yg bersifat realfood hasil olahan dapur karena kendala keterbatasan UMKM setempat. Mengapa menggunakan UMKM setempat karena dari BGN disarankan memberdayakan UMKM setempat…”.

“…Dan untuk menu susu tidak ada di juknis MBG wajib menggunakan susu karena susu bukan makanan melainkan makanan pelengkap jika dihitung kalorinya pun hanya sedikit jd untuk mengoptimalkan kebutuhan kalori kami lebih memilih menggunakan roti/makanan pengganti lainnya. Namun dengan ini untuk 1 minggu kedepan untuk menu MBG akan disajikan dalam bentuk makanan kering. Dengan Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih”.*

Pos terkait