SATUMEDIA.ID – Upaya menekan penyebaran tuberkulosis (TB) terus digencarkan di Kabupaten Bandung. Salah satunya melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis atau screening sistematis TB yang digelar Puskesmas Solokanjeruk dengan melibatkan mitra kesehatan.nm
Sebanyak 150 warga menjadi target pemeriksaan dalam kegiatan yang berlangsung di GOR Serbaguna Desa Solokanjeruk, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, Jumat (13/3/2026). Kegiatan ini melibatkan dokter serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Solokanjeruk bersama mitra.
Program tersebut menjadi bagian dari langkah percepatan eliminasi TB di Kabupaten Bandung sekaligus menindaklanjuti harapan Bupati Bandung Dadang Supriatna agar desa dan lintas sektor turut mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit menular tersebut.
Kegiatan ini juga sejalan dengan hasil kunjungan kerja Wakil Menteri Dalam Negeri dan Wakil Menteri Kesehatan dalam rangka program eliminasi tuberkulosis di Puskesmas Soreang dan Gedung Mohamad Toha Soreang beberapa waktu lalu.
Bupati Bandung Dadang Supriatna yang diwakili Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb sebelumnya menyambut baik kunjungan kerja kedua pejabat tersebut sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat dalam percepatan penanggulangan TB.
Kepala Puskesmas Solokanjeruk, Dedeh Helpironi, mengatakan kegiatan screening sistematis ini menyasar warga yang memiliki riwayat kontak erat atau tinggal serumah dengan penderita tuberkulosis.
“Alhamdulillah hari ini kami bisa melaksanakan screening dengan sasaran warga yang sebelumnya pernah kontak erat maupun kontak serumah dengan penderita TBC,” ujar Dedeh di sela kegiatan.
Dalam pemeriksaan tersebut, tenaga kesehatan melakukan berbagai metode skrining. Untuk semua usia dilakukan pemeriksaan rontgen, sementara anak-anak menjalani tes mantoux. Adapun warga berusia di atas lima tahun yang sudah bisa mengeluarkan dahak menjalani pemeriksaan TCM (Tes Cepat Molekuler).
“Jadi tidak hanya rontgen saja, tetapi juga ada pemeriksaan penunjang lainnya untuk memastikan diagnosis,” katanya.
Menurut Dedeh, upaya pencegahan penularan TB tidak hanya dilakukan dengan mengobati pasien yang sudah terdiagnosis, tetapi juga memberikan terapi pencegahan bagi warga yang pernah melakukan kontak erat dengan penderita TB.
“Dengan terapi pencegahan tuberkulosis atau TPT, kita berharap bisa memutus rantai penularan. Penyakit TBC sebenarnya bisa disembuhkan dalam waktu sekitar enam bulan asalkan pasien patuh menjalani pengobatan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala batuk lebih dari dua minggu.
“Pemeriksaan TCM di Puskesmas Solokanjeruk bisa dilakukan setiap hari. Untuk tes mantoux ada jadwal khusus, sedangkan rontgen direncanakan digelar sekitar sebulan sekali,” kata Dedeh.
Dedeh berharap masyarakat tidak takut melakukan pemeriksaan kesehatan, karena deteksi dini justru dapat mempercepat penanganan dan mencegah penularan penyakit.
“Kadang masyarakat takut diperiksa karena khawatir ketahuan penyakitnya. Padahal jika diketahui lebih awal, penanganannya bisa lebih cepat dan penularannya bisa dicegah,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah desa, kecamatan, serta Pemerintah Kabupaten Bandung dan para mitra yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan screening sistematis TB di wilayah Solokanjeruk.*

