SATUMEDIA.ID – Liburan tak selalu identik dengan biaya mahal dan perjalanan jauh. Kini, masyarakat Jakarta dan sekitarnya dapat menikmati pengalaman wisata yang berbeda hanya dengan merogoh kocek sekitar Rp8.000 hingga Rp9.000 menuju Purwakarta, Jawa Barat.
Perjalanan hemat ini dapat ditempuh dengan memanfaatkan kombinasi layanan Commuter Line dan KA Lokal Walahar. Dari Stasiun Jakarta Kota atau Tanah Abang menuju Cikarang, penumpang hanya perlu membayar tarif sekitar Rp5.000, bahkan cukup Rp4.000 jika berangkat dari Stasiun Manggarai.
Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan dengan KA Lokal Walahar dari Cikarang menuju Purwakarta dengan tarif Rp4.000. Integrasi moda transportasi ini menjadikan perjalanan semakin praktis, nyaman, dan ramah di kantong.
Tak hanya terjangkau, perjalanan menuju Purwakarta juga menawarkan pengalaman visual yang menenangkan. Dari balik jendela kereta, penumpang disuguhi panorama hamparan sawah hijau dan perbukitan yang menghadirkan suasana damai, seolah menjadi jeda dari hiruk pikuk ibu kota.
Setibanya di Stasiun Purwakarta, wisatawan dapat langsung menjangkau berbagai destinasi unggulan. Salah satunya adalah Situ Buleud, ruang publik ikonik yang dapat dicapai dengan berjalan kaki dari stasiun.
Pada waktu-waktu tertentu, kawasan ini semakin semarak dengan pertunjukan Air Mancur Sri Baduga, yang dikenal sebagai salah satu pertunjukan air mancur terbesar di Asia Tenggara. Perpaduan semburan air, tata cahaya, dan narasi budaya menciptakan pengalaman visual yang memukau bagi para pengunjung.
Selain itu, Purwakarta juga menawarkan pesona wisata alam lainnya. Waduk Jatiluhur menyuguhkan panorama perbukitan dan hamparan air yang luas, cocok untuk bersantai maupun berfoto. Sementara Situ Wanayasa menghadirkan suasana danau yang sejuk dengan latar pegunungan, lengkap dengan sajian kuliner khas seperti sate maranggi, ayam bakar, dan ketan bakar yang menggugah selera.
Bagi wisatawan yang ingin memperpanjang masa liburan, tersedia berbagai pilihan penginapan dengan harga terjangkau. Perjalanan juga dapat dilanjutkan ke wilayah Subang, seperti kawasan Ciater yang terkenal dengan kebun teh dan pemandian air panas alami, serta sejumlah curug yang menawarkan kesegaran alam.
Tingginya minat masyarakat terhadap rute ini tercermin dari peningkatan layanan di lintas Cikarang. Frekuensi perjalanan Commuter Line meningkat signifikan dari 158 perjalanan per hari pada 2015 menjadi 281 perjalanan per hari pada 2025. Hal ini menunjukkan kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, dari sisi jumlah pengguna, Commuter Line Cikarang Line mencatat tren pertumbuhan yang konsisten. Pada 2022 terdapat 55.660.235 pengguna, meningkat menjadi 71.636.443 pada 2023, kemudian 84.426.385 pada 2024, dan mencapai 85.936.774 pada 2025. Hingga periode Januari–Maret 2026, jumlah pengguna telah mencapai 21.717.664 orang.
Pertumbuhan serupa juga terjadi pada layanan KA Lokal Walahar Ekspres relasi Cikarang–Purwakarta. Jumlah pengguna tercatat 2.116.286 orang pada 2022, meningkat menjadi 3.253.936 pada 2023, kemudian 3.855.463 pada 2024, dan mencapai 4.084.928 pada 2025. Pada Januari hingga Maret 2026, jumlah pengguna telah mencapai 1.065.973 orang.
“Kombinasi layanan ini menjadikan perjalanan menuju Purwakarta sebagai pilihan menarik untuk menikmati waktu luang. Pilihan wisata yang dekat dari Jakarta, biaya yang terjangkau, serta suasana yang berbeda membuat perjalanan menjadi lebih mudah direncanakan dan tetap memberi pengalaman yang berkesan,” ujar Anne dalam keterangan resmi dikutip Selasa (14/4/2026).
Dengan akses transportasi yang semakin mudah, biaya yang sangat terjangkau, serta ragam destinasi wisata yang memikat, Purwakarta kian mengukuhkan diri sebagai destinasi favorit untuk liburan singkat yang praktis namun tetap berkesan.*