Plaza Haji Al Qosbah di Gedebage, Destinasi Baru Manasik Umrah yang Ramah Keluarga

Plaza Haji Al Qosbah, yang resmi dibuka pada 1 Syawal 1447 Hijriah atau bertepatan dengan Hari Raya Idulfitri, hadir sebagai pusat manasik umrah yang terbuka untuk umum.(Dok.Diskominfo Kota Bandung).**

SATUMEDIA.ID – Kawasan Gedebage, Kota Bandung, kini memiliki destinasi wisata religi baru yang menawarkan pengalaman edukatif bagi masyarakat. Plaza Haji Al Qosbah, yang resmi dibuka pada 1 Syawal 1447 Hijriah atau bertepatan dengan Hari Raya Idulfitri, hadir sebagai pusat manasik umrah yang terbuka untuk umum.

General Manager Plaza Haji Al Qosbah, Habibi, mengatakan bahwa meskipun pembangunan kawasan masih dalam tahap penyempurnaan, fasilitas utama untuk pelaksanaan manasik umrah sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Fasilitas ini sebenarnya dirancang untuk manasik haji. Namun karena belum seluruhnya selesai, saat ini baru digunakan untuk manasik umrah. Meski begitu, masyarakat sudah bisa berkunjung, baik secara perorangan maupun rombongan,” ujar Habibi dikutip dari Humas Pemkot Bandung, Jumat (17/4/2026).

Pengunjung dapat mengikuti manasik reguler dengan membeli tiket yang tersedia dalam beberapa sesi setiap hari, mulai pagi hingga malam. Fleksibilitas jadwal ini memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin merasakan simulasi ibadah sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Sejumlah fasilitas utama telah tersedia, seperti replika Ka’bah untuk pelaksanaan tawaf serta replika Safa dan Marwah untuk simulasi sai. Ke depan, pengelola berencana melengkapi kawasan ini dengan replika tenda Arafah, masjid, dan area jumrah sehingga rangkaian ibadah haji dapat dilakukan secara lebih komprehensif.

Berdiri di atas lahan hampir satu hektare atau sekitar 9.000 meter persegi, Plaza Haji Al Qosbah mampu menampung hingga 1.500 orang. Bahkan, kawasan ini telah dimanfaatkan untuk pelaksanaan Shalat Idulfitri pada hari pertama pembukaannya.

Tidak hanya menghadirkan edukasi ibadah, Plaza Haji Al Qosbah juga menawarkan unsur rekreasi. Salah satu daya tariknya adalah wahana tunggang unta yang tersedia dengan kuota sekitar 100 pengunjung per hari, kecuali hari Senin. Pengunjung yang tidak mendapatkan kesempatan menunggang unta tetap dapat berinteraksi melalui aktivitas memberi makan.

Fasilitas pendukung lainnya meliputi area kuliner, supermarket, serta kafe di lantai dua yang menyasar kalangan muda. Seluruh kegiatan manasik dilaksanakan di dalam ruangan sehingga tetap nyaman dikunjungi dalam berbagai kondisi cuaca.

Plaza Haji Al Qosbah beroperasi setiap hari pukul 07.00 hingga 22.00 WIB, dengan sesi manasik umrah yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 20.00 WIB. Untuk kunjungan rombongan, pengelola menyarankan reservasi terlebih dahulu, termasuk bagi yang ingin memanfaatkan ballroom berkapasitas hingga 300 orang.

Dalam rangka masa pembukaan, pengelola menawarkan promo tiket menarik. Harga tiket yang semula Rp 25.000 didiskon menjadi Rp 10.000 pada hari kerja dan Rp 15.000 pada akhir pekan. Promo ini direncanakan berlangsung hingga Iduladha guna mengakomodasi tingginya antusiasme masyarakat.

Selain sebagai destinasi wisata dan edukasi, Plaza Haji Al Qosbah juga membuka peluang untuk berbagai kegiatan, seperti akad nikah dengan latar replika Ka’bah, seminar, hingga pelatihan. Sejak dibuka, tempat ini telah menarik pengunjung tidak hanya dari Bandung, tetapi juga dari berbagai daerah di Jawa Barat seperti Cirebon dan Sukabumi.

“Biasanya pengunjung sekalian berwisata ke Masjid Al Jabbar, sehingga kini ada dua destinasi religi yang bisa dikunjungi dalam satu perjalanan,” tambah Habibi.

Ke depan, Plaza Haji Al Qosbah diharapkan menjadi pusat edukasi manasik yang lengkap dan terjangkau bagi semua kalangan, sekaligus menjadi bekal spiritual bagi masyarakat sebelum menunaikan ibadah haji dan umrah.*

Pos terkait