SATUMEDIA.ID – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk kembali mengingatkan nasabah agar tidak lengah terhadap ancaman kejahatan siber yang terus berkembang di tengah pesatnya penggunaan layanan perbankan digital, termasuk BNIdirect.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menekankan, keamanan data pribadi menjadi elemen paling krusial dalam menjaga kelancaran dan keselamatan transaksi. Menurut dia, kelalaian dalam menjaga data dapat membuka celah bagi pelaku kejahatan untuk mengakses akun dan melakukan penyalahgunaan.
“Data pribadi adalah kunci utama dalam sistem keamanan digital. Jika tidak dijaga dengan baik, risiko seperti pembobolan akun, penyebaran malware, hingga penipuan berbasis phishing akan semakin besar,” kata Okki dalam keterangan tertulis dikutip Minggu (19/
Ia menjelaskan, sejumlah data penting yang wajib dijaga antara lain nomor rekening, Company ID (CID), user ID, password, kode token, hingga informasi kontak seperti email dan nomor telepon yang terdaftar. Data-data ini kerap menjadi target dalam berbagai modus penipuan digital.
Okki menambahkan, pelaku kejahatan siber saat ini semakin canggih dengan memanfaatkan teknik rekayasa sosial atau social engineering untuk mengelabui korban. Mereka kerap menyamar sebagai pihak resmi dan meminta informasi sensitif melalui berbagai kanal komunikasi.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, BNI menegaskan tidak pernah meminta data rahasia seperti PIN, password, maupun kode OTP kepada nasabah dalam kondisi apa pun. Nasabah diminta segera waspada jika menerima permintaan serupa.
BNI juga mengimbau agar setiap transaksi dilakukan melalui kanal resmi dan aman. Nasabah diingatkan untuk tidak mengklik tautan mencurigakan, menggunakan kata sandi yang kuat dan unik, serta rutin menggantinya secara berkala.
Selain itu, penggunaan jaringan internet yang aman menjadi hal penting. Nasabah disarankan menghindari WiFi publik saat melakukan transaksi keuangan, serta lebih berhati-hati terhadap pesan mencurigakan yang masuk melalui email, SMS, maupun aplikasi perpesanan.
BNI menegaskan, upaya menjaga keamanan digital tidak bisa dilakukan sepihak. Diperlukan kolaborasi antara bank dan nasabah melalui peningkatan kesadaran serta disiplin dalam melindungi data pribadi.
Dengan langkah preventif tersebut, BNI berharap nasabah dapat bertransaksi secara aman sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap layanan digital di tengah meningkatnya ancaman siber.*

