SATUMEDIA.ID – Nasib nahas dialami Djadja Sumarna (77), seorang pensiunan warga Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), yang menjadi korban penjambretan dengan dugaan modus terorganisir, Senin (20/4/2026).
Peristiwa terjadi di kawasan Gadobangkong, tepatnya di depan rumah korban di Jalan Raya Gaduh. Uang pensiun sebesar Rp16,5 juta yang baru saja diambil dari bank, raib dibawa pelaku.
Aksi kriminal tersebut kini viral di berbagai grup WhatsApp warga setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) beredar luas. Dalam video itu, terlihat dugaan koordinasi antara pelaku yang mengendarai sepeda motor dengan sebuah mobil yang berperan mengalihkan perhatian korban.
Berdasarkan keterangan saksi dan rekaman CCTV, pelaku diduga telah mengintai korban sejak berada di area bank. Saat korban turun dari angkutan umum dan hendak menyeberang menuju rumahnya, pelaku memanfaatkan situasi tersebut untuk melancarkan aksinya.
Sebuah mobil Daihatsu Sigra berwarna putih tampak mencurigakan karena memutar balik dan seolah menghalangi jalan. Keberadaan mobil ini diduga menjadi bagian dari skenario untuk memecah fokus korban.
Tak lama kemudian, pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor mendekat dari arah belakang dan langsung merampas tas hitam milik korban yang berisi uang tunai.
Keluarga korban menilai aksi tersebut bukan tindak kejahatan spontan, melainkan telah direncanakan secara matang oleh komplotan. Dugaan ini diperkuat dengan pergerakan mobil yang terlihat mengikuti arah pelaku usai kejadian, menuju wilayah Cimahi.
Meski nomor polisi mobil terekam jelas dalam CCTV, identitas pelaku motor masih sulit dilacak karena pelat nomor tidak terlihat.
Anak korban, Reka Karsa, mengungkapkan bahwa indikasi pengintaian sudah terlihat sejak awal.
“Bapak saya turun dari kendaraan tepat di seberang rumah. Dari CCTV terlihat sudah ada motor berboncengan yang diduga mengikuti dari arah bank,” ujar Reka saat dihubungi, Selasa (21/4/2026).
Ia menambahkan, kemunculan mobil Sigra putih menjadi momen krusial dalam aksi tersebut.
“Mobil itu seperti memberi jalan atau isyarat. Setelah situasi dianggap aman, pelaku motor langsung merampas tas dari belakang,” katanya.
Setelah berhasil membawa kabur uang korban, pelaku langsung melarikan diri dengan kecepatan tinggi. Korban sempat berupaya mengejar, namun tidak berhasil karena faktor usia.
“Mobil itu juga ikut berputar arah dan melintas di jalur yang sama dengan pelaku motor. Polanya sangat mencurigakan,” tambah Reka.
Keluarga korban telah melaporkan kejadian ini ke Polsek Padalarang dan berharap pelaku segera ditangkap, mengingat bukti rekaman CCTV dan nomor polisi mobil sudah dikantongi.
Sementara itu, Kapolsek Padalarang AKP Kusmawan menyatakan pihaknya masih melakukan proses awal terkait laporan tersebut.
“Belum ada (laporan resmi masuk),” ujar Kusmawan singkat.*




