Fakta di Balik Teror Pocong Viral di KBB, Polisi Amankan Lima Pemuda

Sosok misterius menyerupai pocong yang sempat viral di media sosial dan membuat resah masyarakat Padalarang hingga Ngamprah dipastikan hanyalah rekayasa digital berbasis Artificial Intelligence (AI).(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Warga Kabupaten Bandung Barat (KBB) akhirnya bisa bernapas lega. Sosok misterius menyerupai pocong yang sempat viral di media sosial dan membuat resah masyarakat Padalarang hingga Ngamprah dipastikan hanyalah rekayasa digital berbasis Artificial Intelligence (AI).

Polisi mengungkap, video yang memperlihatkan sosok berbalut kain putih berkeliaran pada malam hari itu ternyata dibuat oleh sekelompok pemuda untuk konten prank. Sebanyak lima orang telah diamankan dan kini menjalani pemeriksaan di Polsek Padalarang.

Kapolsek Padalarang AKP Kusmawan mengatakan, video tersebut awalnya hanya dibuat untuk mengerjai orang tua salah satu pelaku. Namun, tayangan itu kemudian menyebar luas hingga memicu ketakutan warga.

“Sebanyak lima orang telah diamankan setelah diduga menjadi dalang di balik video pocong viral yang sempat membuat geger warga. Mereka sengaja merekayasa tayangan seolah-olah ada kemunculan sosok pocong di wilayah Padalarang dan Ngamprah hingga memicu keresahan masyarakat,” ujar Kusmawan saat ditemui di Polsek Padalarang, Selasa (26/5/2026).

Menurut Kusmawan, video itu pertama kali dikirim secara pribadi kepada keluarga pelaku sebagai bahan candaan. Akan tetapi, rekaman tersebut diteruskan ke sejumlah pihak hingga akhirnya viral di berbagai platform media sosial.

“Mulanya video itu hanya dibuat untuk mengerjai orang tua salah satu pelaku dan dikirim secara pribadi. Namun tanpa diduga, rekaman tersebut kembali disebarluaskan ke kerabat hingga akhirnya viral di media sosial dan memicu ketakutan warga,” katanya.

“Setelah menerima laporan dari masyarakat, kami langsung melakukan penelusuran berdasarkan lokasi yang terlihat di video. Alhamdulillah, tempat kejadian maupun para pelaku pembuat rekayasa tersebut berhasil kami temukan,” sambung Kusmawan.

Saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kelima pelaku. Namun, karena sebagian di antaranya masih berusia di bawah umur, kepolisian memilih mengedepankan pendekatan pembinaan dibanding langkah hukum yang lebih jauh.

“Untuk saat ini, para pelaku kami berikan pembinaan dan pengawasan secara intensif. Kami juga mengedukasi orang tua serta tokoh masyarakat agar lebih bijak mengawasi penggunaan media sosial sehingga kejadian serupa tidak kembali menimbulkan keresahan di tengah warga,” katanya.

Kusmawan turut mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menyikapi berbagai informasi viral di media sosial. Ia menegaskan, video pocong yang sempat menghebohkan warga Bandung Barat itu sepenuhnya hanyalah hasil manipulasi digital berbasis teknologi AI.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Tayangan tersebut hanyalah rekayasa digital menggunakan aplikasi AI untuk menciptakan kesan seolah-olah nyata,” pungkasnya.*

Pos terkait