342 Perlintasan Sebidang di Daop 2 Bandung, KAI Soroti Disiplin Pengendara

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung menyoroti tingginya risiko kecelakaan di perlintasan sebidang akibat rendahnya kepatuhan pengguna jalan.(Dok.PT KAI ).**

SATUMEDIA.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung menyoroti tingginya risiko kecelakaan di perlintasan sebidang akibat rendahnya kepatuhan pengguna jalan. Dari total 342 perlintasan di wilayah Bandung dan sekitarnya, hanya 115 yang telah dilengkapi palang pintu resmi dan dijaga petugas bersertifikat.

Kondisi ini membuat ratusan perlintasan lainnya masih tergolong rawan, terutama di lokasi yang tidak memiliki sistem pengamanan memadai.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menegaskan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang sangat bergantung pada kedisiplinan masyarakat.

“Setiap pengguna jalan wajib waspada saat melintasi rel. Berhenti sejenak, lihat kanan dan kiri, dan pastikan tidak ada kereta api yang melintas. Jangan pernah memaksakan diri menerobos palang pintu,” kata dia, Kamis (29/4/2026).

Ia menambahkan, saat sirine berbunyi atau palang pintu mulai menutup, seluruh kendaraan harus berhenti dan memberikan prioritas penuh kepada perjalanan kereta api.

Data KAI menunjukkan, sepanjang 2025 terjadi 65 insiden temperan di wilayah Daop 2 Bandung. Rinciannya, 51 kasus melibatkan orang di jalur rel, 11 kasus kendaraan roda dua, dan 3 kasus kendaraan roda empat di perlintasan sebidang.

Memasuki Triwulan I 2026, tercatat 20 kejadian, terdiri dari 14 kasus orang di jalur, 3 kasus kendaraan roda dua di perlintasan, serta masing-masing 1 dan 2 kasus kendaraan roda dua dan roda empat di jalur rel.

Kuswardojo menyebut, sebagian besar kejadian tersebut dipicu perilaku berisiko, seperti menerobos perlintasan hingga beraktivitas di sekitar rel.

“Masih ada masyarakat yang berjalan di rel, duduk di sekitar jalur, bahkan menempatkan kendaraan terlalu dekat dengan lintasan. Ini berbahaya dan bisa berakibat fatal,” ujarnya.

Untuk menekan angka kecelakaan, KAI Daop 2 Bandung menggencarkan kampanye keselamatan dengan melibatkan berbagai komunitas pecinta kereta api, antara lain Railfans Cimahi, Railfans Cianjur, Sahabat Kereta Api, Garut Railfans, dan IRPS.

Program yang dijalankan mencakup sosialisasi langsung di perlintasan, edukasi ke sekolah-sekolah, kampanye melalui media, hingga penyaluran bantuan CSR kepada masyarakat sekitar jalur rel.

KAI menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya petugas di lapangan.

“Budaya tertib harus dibangun bersama. Dengan mematuhi rambu, tidak beraktivitas di jalur rel, dan selalu mengutamakan keselamatan, kita bisa mencegah kecelakaan,” kata Kuswardojo.

Melalui berbagai upaya ini, KAI Daop 2 Bandung berharap kesadaran masyarakat terus meningkat sehingga perjalanan kereta api dapat berlangsung aman, selamat, dan nyaman.*

Pos terkait