SATUMEDIA.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperkuat layanan pendampingan bagi pelanggan dan keluarga yang terdampak insiden di Stasiun Bekasi Timur. Upaya ini mencakup fasilitasi layanan kesehatan lanjutan, mekanisme klaim biaya pengobatan, hingga penyediaan layanan trauma healing.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa pelanggan yang membutuhkan penanganan medis lanjutan dapat mengakses bantuan melalui Posko Informasi Bekasi Timur. Di lokasi tersebut, petugas membantu proses pendataan dan verifikasi berdasarkan alat pembayaran perjalanan, identitas pelanggan, serta dokumen medis pendukung.
“Melalui proses verifikasi, riwayat perjalanan pelanggan dapat ditelusuri sehingga pendampingan menjadi lebih tepat sasaran. Setelah data terverifikasi, petugas akan mengarahkan pelanggan menuju fasilitas kesehatan sesuai rekomendasi Unit Kesehatan KAI serta membantu proses pendaftaran di rumah sakit rujukan,” ujar Anne dalam keterangan tertulis dikutip Senin (4/5/2026).
Bagi pelanggan yang telah lebih dahulu menanggung biaya pengobatan secara mandiri, KAI membuka mekanisme klaim atau reimbursement. Dokumen yang diperlukan antara lain alat pembayaran perjalanan, identitas diri, kuitansi dan rincian biaya pengobatan, resume medis, serta salinan rekening. Setelah berkas dinyatakan lengkap, proses klaim akan dikoordinasikan bersama pihak asuransi.
“Proses klaim membutuhkan waktu paling lambat 21 hari kerja setelah berkas dinyatakan lengkap. Selanjutnya pelanggan akan dihubungi kembali oleh pihak terkait bersama KAI,” kata Anne.
Selain penanganan medis, KAI juga menyediakan layanan trauma healing bagi pelanggan yang membutuhkan dukungan psikologis. Pengajuan dapat dilakukan melalui posko informasi maupun call center. Untuk tahap awal, asesmen dilakukan melalui layanan telemedicine, sementara pendampingan langsung diberikan kepada keluarga korban meninggal dunia.
“Kami memahami bahwa pemulihan mencakup kondisi fisik dan psikologis pelanggan serta keluarga. Layanan trauma healing disiapkan agar proses pendampingan berjalan lebih tenang dan terarah,” tutup Anne.
Sementara itu, Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah memastikan seluruh korban dan keluarga mendapatkan perhatian penuh.
“Kami menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf kepada seluruh keluarga yang terdampak. KAI hadir untuk menyampaikan langsung belasungkawa, mendengarkan kebutuhan keluarga, serta memastikan pendampingan berjalan dengan baik,” ujar Bobby.
Ia menambahkan, KAI terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan proses penanganan berjalan optimal, termasuk dalam pemenuhan layanan kesehatan dan dukungan psikologis bagi para pelanggan serta keluarga terdampak.*





