SATUMEDIA.ID – Forum Jasa Konstruksi Kabupaten Bandung Barat (Forjasi KBB) resmi berganti kepemimpinan. Tongkat estafet organisasi pengusaha jasa konstruksi lokal itu kini dipercayakan kepada Arie Somantri untuk melanjutkan kepemimpinan dan memperkuat peran pengusaha lokal dalam pembangunan daerah.
Penunjukan Arie dilakukan langsung oleh Yacob Anwar Lewi, salah satu pendiri sekaligus Ketua Forjasi KBB sebelumnya. Yacob menyerahkan amanah tersebut kepada Arie yang sebelumnya menjabat Wakil Ketua Forjasi KBB.
Yacob berharap kepengurusan baru mampu menjaga eksistensi organisasi sekaligus mempererat hubungan dengan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB).
“Forjasi KBB harus menjadi organisasi yang mampu bersinergi dengan pemerintah daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Bandung Barat,” ujar Yacob.
Ketua Forjasi KBB yang baru, Arie Somantri, mengatakan dirinya siap menjalankan amanah organisasi dan memperjuangkan kepentingan para pengusaha lokal jasa konstruksi di Bandung Barat.
Menurut Arie, selama ini masih banyak pengusaha lokal yang belum mendapatkan ruang optimal dalam berbagai proyek pembangunan di wilayahnya sendiri. Kondisi tersebut, kata dia, membuat para pelaku usaha lokal hanya menjadi penonton.
“Pengusaha lokal jangan sampai hanya jadi penonton di daerahnya sendiri. Mereka harus menjadi tuan rumah dan diberi kesempatan berkembang,” kata Arie.
Ia menilai pemberdayaan pengusaha lokal akan berdampak langsung terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sebab, pajak usaha hingga perputaran ekonomi akan tetap berada di Kabupaten Bandung Barat.
“Kalau pengusaha lokal diberdayakan, maka perputaran uangnya ada di Bandung Barat. Pajak juga masuk ke daerah sendiri, sehingga manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Arie mengungkapkan, banyak anggota Forjasi KBB mengeluhkan minimnya kesempatan mendapatkan pekerjaan proyek di Bandung Barat. Karena itu, pihaknya ingin menjadikan Forjasi sebagai wadah perjuangan dan komunikasi bagi pengusaha jasa konstruksi lokal.
Selain itu, Arie juga menargetkan untuk menghidupkan kembali organisasi yang selama ini dinilai stagnan. Ia berencana membangun komunikasi lebih intensif dengan pemerintah daerah dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar tercipta kolaborasi nyata.
“Selama ini baru sebatas audiensi dan belum ada kerja sama konkret. Ke depan kami ingin membangun komunikasi yang lebih kuat agar pengusaha lokal bisa ikut terlibat dalam pembangunan di Bandung Barat,” ucapnya.
Arie menegaskan, Forjasi KBB akan terus membuka ruang bagi pengusaha jasa konstruksi lokal agar mampu berkembang dan menjadi bagian penting dalam pertumbuhan ekonomi daerah.*

