SATUMEDIA.ID – Laga penentuan juara Persib, tingkat hunian hotel di Kota Bandung melonjak tajam. Sejumlah hotel, terutama yang berada di sekitar rute konvoi kemenangan, dilaporkan mengalami peningkatan okupansi signifikan akibat membludaknya kedatangan bobotoh dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, mengatakan lonjakan okupansi hotel mulai terasa sejak beberapa hari terakhir menjelang laga penentuan Persib.
“Untuk hotel-hotel, kami sudah mendapatkan laporan bahwa di sekitar rute itu okupansinya sudah sangat tinggi,” ujar Adi dikutip dari laman Humas Kota Bandung, Sabtu (23/5/2026).
Menurut dia, tingginya tingkat hunian hotel menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap peluang Persib meraih gelar juara musim ini. Banyak pendukung Maung Bandung memilih menginap di Kota Bandung agar dapat mengikuti rangkaian perayaan dan konvoi juara.
Adi menyebut, okupansi hotel sebelumnya sudah berada di angka tinggi saat momentum long weekend, yakni berkisar 75 hingga 90 persen. Namun, dengan adanya potensi konvoi juara Persib, tingkat hunian diperkirakan meningkat lebih besar.
“Terakhir saat long weekend itu antara 75 sampai 90 persen. Sekarang mungkin bisa lebih dari itu,” katanya.
Meski belum memperoleh laporan resmi terkait hotel yang sudah penuh terisi, Adi mengakui tren pemesanan kamar terus mengalami kenaikan menjelang akhir pekan ini.
“Kalau 100 persen saya belum tahu, karena belum ada kabar resmi. Tapi kemungkinan sudah mulai banyak yang booking,” ungkapnya.
Ia menilai fenomena ini memperlihatkan bahwa Persib memiliki daya tarik besar yang mampu mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi daerah. Menurut Adi, euforia sepak bola tidak hanya berdampak pada atmosfer kota, tetapi juga membawa keuntungan bagi pelaku usaha perhotelan dan wisata.
“Ini menunjukkan Persib bukan hanya milik Kota Bandung, tapi milik Jawa Barat,” ujarnya.
Disbudpar Kota Bandung pun memastikan industri perhotelan siap memberikan pelayanan terbaik kepada para wisatawan dan bobotoh yang datang untuk merayakan momen bersejarah tersebut.*




