Demi Mobilitas dan Logistik Nasional, KAI Tambah 1.000 Lebih Gerbong Baru

Ilustrasi kereta api.(Dok.PT KAI).**

SATUMEDIA.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat armada perkeretaapian nasional melalui investasi besar-besaran pada kereta, gerbong, lokomotif, hingga rangkaian Commuter Line. Langkah ini dilakukan untuk menjawab lonjakan kebutuhan transportasi penumpang sekaligus memperkuat distribusi logistik berbasis rel di berbagai wilayah Indonesia.

Pengadaan sarana dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menjaga keandalan operasional dan meningkatkan kapasitas layanan di tengah pertumbuhan mobilitas masyarakat serta aktivitas industri nasional.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan, penguatan sarana menjadi kebutuhan mendesak karena kereta api kini memegang peran strategis dalam menopang konektivitas ekonomi nasional.

Mulai dari kawasan industri, pelabuhan, pusat logistik, hingga wilayah perkotaan, seluruhnya membutuhkan dukungan transportasi massal dan distribusi barang yang efisien serta berkelanjutan.

“Investasi sarana ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas layanan, menjaga keandalan operasional, serta mendukung efisiensi angkutan barang dan penumpang,” kata Anne dikutip Minggu (24/5/2026).

Saat ini, KAI tercatat telah menjalankan program pengadaan 436 unit kereta new generation, 902 unit gerbong, dan 52 unit lokomotif. Di saat bersamaan, perusahaan juga menyiapkan tambahan 612 unit kereta serta 1.125 unit gerbong produksi PT INKA (Persero).

Tak hanya itu, KAI kembali melanjutkan pengadaan 54 unit lokomotif CC205 produksi Progress Rail dengan nilai investasi mencapai 222,5 juta dollar AS atau sekitar Rp3,56 triliun.

Sebagian lokomotif baru tersebut telah tiba di Indonesia dan mulai dipersiapkan untuk memperkuat operasional angkutan barang nasional, khususnya distribusi komoditas dan peti kemas.

KAI menilai penguatan angkutan logistik berbasis rel menjadi langkah penting untuk menciptakan sistem distribusi yang lebih efisien dan terukur. Dengan kapasitas angkut lebih besar, kereta api diharapkan mampu menjadi alternatif utama pengiriman barang bagi sektor industri.

Sementara itu, transformasi layanan penumpang juga terus dilakukan lewat pengadaan kereta new generation yang menawarkan fasilitas lebih modern dan nyaman.

Kereta generasi baru tersebut disiapkan untuk meningkatkan pengalaman perjalanan pelanggan sekaligus memperbesar kapasitas layanan antarkota di berbagai lintasan padat.

“KAI terus mendorong peningkatan kualitas layanan penumpang melalui sarana yang lebih nyaman, aman, dan sesuai kebutuhan pelanggan,” ujar Anne.

Di sektor transportasi perkotaan, pengadaan rangkaian Commuter Line juga terus berjalan. Dari total 16 trainset produksi INKA yang dipesan sebelumnya, tujuh trainset kini telah beroperasi melayani masyarakat di kawasan urban.

Menurut KAI, investasi sarana tidak hanya berdampak pada peningkatan layanan, tetapi juga memperkuat industri manufaktur dalam negeri melalui keterlibatan INKA dalam produksi kereta dan gerbong.

“Mayoritas pengadaan sarana KAI melibatkan industri dalam negeri. Ini penting untuk memperkuat ekosistem perkeretaapian nasional serta memastikan kebutuhan sarana dapat dipenuhi secara berkelanjutan,” kata Anne.

Melalui penguatan armada tersebut, KAI menargetkan layanan kereta api nasional semakin andal, produktif, dan mampu menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat maupun logistik nasional di masa mendatang.*

Pos terkait