SATUMEDIA.ID – Bupati Bandung, Dadang Supriatna meninjau langsung kondisi aliran Sungai Cikeruh di kawasan Desa Tegalluar yang bermuara ke Sungai Citarum. Dari hasil pemantauan di lapangan, sungai tersebut mengalami pendangkalan serius akibat sedimentasi yang terus menumpuk dan dinilai sudah memerlukan penanganan khusus.
“Sedimentasi di aliran Sungai Cikeruh ini sudah cukup parah. Karena itu perlu langkah konkret agar dampaknya tidak semakin meluas, terutama saat musim hujan,” tulis Dadang Supriatna dalam akun Instagramnya, Minggu (24/5/2026).
Sebagai upaya jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung segera membangun dua danau retensi banjir. Rencana pembangunan itu telah diusulkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan mendapat respons positif dari pemerintah pusat.
Ia mengungkapkan, dirinya bahkan telah bertemu langsung dengan Menteri PU beberapa pekan lalu untuk membahas percepatan program tersebut. Pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari koordinasi bersama Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal melalui sambungan video call.
“Alhamdulillah usulan pembangunan dua danau retensi ini langsung disetujui. Ini menjadi bagian dari ikhtiar besar kita dalam penanganan banjir di Kabupaten Bandung,” kata Dadang Supriatna yang akrab dipanggil KDS.
Menurutnya, pembangunan danau retensi saja tidak cukup apabila sedimentasi di Sungai Citarum tidak segera ditangani. Ia menyebut, sedimentasi dari Sungai Citarik, Sungai Cikeruh, dan sejumlah anak sungai lainnya diperkirakan mencapai sekitar 10 juta meter kubik dan kini menumpuk di aliran Sungai Citarum.
Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab utama berkurangnya kapasitas sungai dalam menampung debit air saat curah hujan tinggi.
Karena itu, Pemkab Bandung terus mendorong percepatan pengerukan sedimentasi melalui koordinasi intensif dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dan Satgas Citarum.
KDS menegaskan, pengelolaan Sungai Citarum merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian PU, sehingga dibutuhkan sinergi lintas lembaga agar penanganan banjir berjalan efektif.
“Penanganan banjir ini merupakan pekerjaan besar yang membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Satgas Citarum, hingga masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, kesiapan pembangunan dua danau retensi banjir tersebut didukung kolaborasi antara pemerintah daerah dan para pengusaha lokal, terutama dalam penyediaan lahan proyek.*





